Minggu, 12 Juli 2009
PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BULAN JULI 2009
Dengan mengambil bacaan pada hari itu (Mat 10:16-23), romo Fut dalam homilinya mengungkapkan bahwa dalam kehidupan ini ada manusia yang baik dan jahat. Manusia bisa menjadi srigala bagi sesamanya. Hal itu bisa antara pastor dengan umat, suami dengan istri, orang tua dengan anak, dsb. Di tengah situasi demikian Yesus mengajarkan berbahagialah yang menjadi “domba”.
Jalan untuk mengikuti Yesus di tengah dunia yang mengancam kita adalah kita hendaknya tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular. Yesus menggunakan gambaran kedua binatang ini karena ular sendiri adalah binatang yang cerdik, licin dan licik. Namun kombinasi dengan merpati menggambarkan supaya kita tulus, jernih dan jujur di hadapan Tuhan.
Menutup homilinya romo Fut mengajak umat untuk memohon pada Tuhan supaya bertahan menghadapi kesulitan dan agar layak di hadapan Tuhan.(smr)
Rabu, 25 Februari 2009
PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BLN FEBRUARI 2009
Perayaan ekaristi keluarga di bulan Februari 2009 diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2009. Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut, delapan pasang suami istri yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan di bulan Februari diberikan berkat khusus dan memperbaharui janji perkawinan. Mereka adalah: Merry-Koco, Hiana-Redy, Ratna-Anton, Andri-Basuki, Lia-Willy, Rosa-Pangky, Lian-Sindhu, Pie-Djemie.
Dengan mengambil bacaan Kitab Suci dan Injil pada hari itu, yakni dari Kitab Kejadian 3:1-8 dan Markus 7:31-37, dalam homilinya romo Fut menggarisbawahi kalimat “ Ia menjadikan segala-galanya baik.” Dalam Injil Markus dinyatakan bahwa orang-orang takjub pada Yesus dan akan karya-Nya. Kalimat itu juga ada dalam kisah penciptaan (Kej
Dalam hidup berkeluarga, bila ada pertengkaran itu berarti dosa asal terulang kembali karena kita hanya memikirkan diri sendiri, egois dan mau menang sendiri.
Orang tercengang akan Yesus karena Ia menjadikan segala-galanya baik. Kalau kita mengundang Yesus dalam keluarga kita, Ia akan menjadikan segalanya baik.
Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mendoakan pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan agar makin diteguhkan dan dapat menjadi saksi-saksi Kristus.
Setelah homili, romo Fut mengundang pasangan yang merayakan ulang tahun perkawinan di bulan Februari untuk memperbaharui janji perkawinan.
(smr)
Minggu, 11 Januari 2009
Misa Keluarga Januari 2009
Di awal tahun 2009 ini, perayaan ekaristi keluarga diadakan pada Jumat tanggal 9 Januari 2009 dipimpin oleh romo Allparis didampingi oleh romo Lioe Fut Khin. Koor dan iringan musik dibawakan beberapa umat yang saat itu hadir dalam perayaan ekaristi tsb.
Dalam kata pembukaan, romo Allparis menyatakan bahwa dalam perayaan ekaristi tersebut secara khusus akan didoakan pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun di bulan Januari, baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam perayaan ekaristi tersebut.
Bacaan Kitab Suci yang diambil dari 1 Yohanes 4:19-5:4 dibacakan oleh pasutri Sri-Saverius. Bacaan Injil dari Lukas 4:14-22a. Dalam homilinya, romo Fut menguraikan bahwa kusta merupakan penyakit yang mudah menular dan penyakit itu diadu dengan kekuatan Yesus. Hal ini melambangkan 2 kekuatan berlawanan yang berperang, yaitu kekuatan kekudusan Yesus melawan dosa dan kenajisan, dan Yesus berhasil mengalahkan lawannya. Kisah penyaliban Yesus, dimana Yesus wafat dan bangkit juga menunjukkan kemenangan Yesus atas dosa dan dunia.
Dalam Injil dinyatakan bahwa “tidak ada yang mengalahkan dunia selain yang percaya bahwa Yesus adalah anak Allah. Dalam hidup sehari-hari seringkali kita menghadapi 2 kekuatan, yaitu kekuatan dunia dan kekuatan kekudusan. Untuk dapat mengalahkan kekuatan dunia, kita perlu menempa atau menggembleng hidup kita. Keluarga merupakan tempat yang tepat untuk menempa dan menggembleng hidup karena dalam keluarga kita dapat belajar mengalahkan keegoisan dan memperdalam jurus-jurus kasih. Untuk itu marilah kita secara khusus berdoa bagi keluarga-keluarga agar dapat mengalahkan kekuatan dunia.
Setelah homili, romo Fut mengundang pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinannya di bulan Januari untuk memperbaharui janji perkawinannya dan didoakan. Mereka adalah: pasutri Lana-Herman, Wina-Erwin, Novita-Narko, Dadar-Rachmat, Florentina-Johni, Ernie-Sardjono serta Meme-Budi.
Bagi pasangan suami istri yang hari ulang tahun perkawinannya jatuh pada bulan Februari, diharapkan bisa hadir dan didoakan secara khusus dalam perayaan ekaristi keluarga pada hari Jumat, 13 Februari 2009 pukul 18.00 WITA. (smr)
Kamis, 04 Desember 2008
KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN
Berdasarkan agenda keuskupan Banjarmasin, kursus persiapan perkawinan di bulan November ini dilaksanakan di Paroki Kelayan. Kursus yang dilaksanakan pada tanggal 29 November sampai dengan 1 Desember 2008 tersebut diikuti oleh 10 pasang plus 1 orang peserta dari paroki Kelayan, Katedral dan Veteran. Tujuan dari kursus persiapan perkawinan adalah membekali calon mempelai untuk dapat memahami arti dan makna perkawinan secara umum dan memahami kekhasan perkawinan Katolik sehingga diperoleh wawasan yang mendalam tentang ajaran Gereja Katolik mengenai perkawinan.
Materi yang diberikan meliputi Theologi dan Hukum Gereja dalam Perkawinan oleh Romo Lioe Fut Khin, Gender dan Pendidikan Nilai dalam Keluarga oleh Ibu Ida Harino, Pengaturan Keuangan Rumah Tangga oleh Bp. Andreas Sunarko, Seksualitas oleh Bp. A. Suharjo, Doa dan Sharing Kitab Suci dalam Keluarga oleh Kel. Antonius DN, Relasi dan Komunikasi dalam Perkawinan oleh pasutri Siauw Siauw-Gunadi serta Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga oleh dr. Wina Kartika. Kursus ditutup pada tanggal 1 Desember 2008 oleh Romo Allparis dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta. (smr)
Sabtu, 09 Agustus 2008
PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BULAN AGUSTUS
Dalam homilinya romo Fut menyampaikan bahwa dalam setiap kampanye Pemilu, para calon akan menjanjikan hal-hal baik bila memilih mereka. Namun dalam Injil pada hari itu yang diambil dari Matius 16:24-28, Yesus justru menyatakan bahwa kalau mengikut Dia, maka kita harus siap kehilangan nyawa. Dalam membangun keluarga, bila selama pacaran pasangan kita menjanjikan hal-hal yang muluk serta kemewahan saja, maka jangan mempercayai hal tersebut karena dalam janji perkawinan ada kesediaan untuk setia melalui jalan salib dan menjalani kehidupan bersama dalam suka dan duka. Semakin banyak cobaan dan tantangan yang dihadapi keluarga, maka cinta kasih sebagai suami, istri dan orang tua akan semakin teruji. Membangun keluarga adalah seperti bacaan Injil hari itu, yaitu bagaimana menjalani hidup dengan kesetiaan. Akhirnya romo Fut mengajak umat yang hadir untuk memohon pada Tuhan agar keluarga-keluarga diberkati Tuhan serta tabah menghadapi cobaan dan tantangan.
Perayaan ekaristi keluarga bulan September akan dilaksanakan pada hari Jumat pukul 18.00 WITA, tanggal 12 September 2008. Diharapkan umat yang merayakan ulang tahun perkawinannya di bulan September dapat mendaftar untuk didoakan pada perayaan ekaristi keluarga dengan mengisi formulir di pastoran atau menghungi seksi keluarga, yaitu pasangan Siauw Siauw dan Gunadi. (smr)
