“Saya tiba di
Kamis, 26 Maret 2009
FRATER PRAJA ORIENTASI DI PAROKI KELAYAN
JADWAL PEKAN SUCI 2009
Misa Minggu Palma pagi,
- Pintu gereja ditutup, umat berkumpul di depan Gua Maria.
- Pemberkatan daun
- Perarakan dari Gua Maria ke dalam gereja. Pasio dibacakan.
- Dimohon umat membawa daun
Parkir : Semua kendaraan di SDK
Misa Minggu Palma sore, 5 April 2009, pukul 18.00 wita
- Umat langsung masuk gereja.
- Pemberkatan daun
- Dimohon umat membawa daun
Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja
Misa Kamis Putih, 9 April 2009, pukul 18.00 wita
- Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.
- Perarakan Sakramen Maha Kudus dari gereja menuju Gua Maria dan pentahtaan Sakramen Maha Kudus ada di Gua Maria dilanjutkan Tuguran.
Parkir : Semua kendaraan di SDK
Tablo Jalan Salib, 10 April 2009, pukul 08.00 wita
- Tablo dimainkan oleh KOMKA dan REMAKA di halaman SDK Santa Maria
- Umat langsung ke halaman SDK Santa Maria
Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja
Misa Jumat Agung, 10 April 2009, pukul 15.00 wita
- Umat langsung masuk gereja.
- Disediakan tempat kolekte di pintu gereja sebelum misa dimulai.
- Pasio dinyanyikan.
- Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.
- Diberikan kesempatan pada umat membawa benda-benda rohani & bunga tabur untuk diberkati.
Parkir : Semua kendaraan di SDK
Misa Malam Paskah, 11 April 2009, pukul 20.00 wita
- Umat langsung masuk gereja.
- Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.
Parkir : Semua kendaraan di SDK
Misa Paskah Pagi, 12 April 2009, pukul 08.00 wita
- Umat langsung masuk gereja.
-
- Setelah misa, seluruh umat dimohon untuk mengikuti santap bersama (agape) di halaman belakang gereja.
Parkir : Semua kendaraan di SDK
Kamis, 26 Februari 2009
PERATURAN PANTANG DAN PUASA 2009
1. Hari Puasa tahun 2009 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 25 Februari, dan Jumat Agung tanggal 10 April. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.
2. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.
3. Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok.
Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya oleh seluruh keluarga, atau seluruh Iingkungan, atau seluruh wilayah, ditetapkan cara puasa dan pantang lebih berat, yang dirasakan Iebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Tentu saja ketetapan yang dibuat sendiri tidak mengikat dengan sanksi dosa.
4. Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersarna-sama mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, meditasi, dan sebagainya.
5. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaskah ialah Aksi Puasa Pembangunan atau APP, yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak pembaharuan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak peningkatan solidaritas pada tingkat paroki. keuskupan dan nasional.
Sumber: Media Keuskupan, Februari 2009
SURAT GEMBALA PRAPASKAH TAHUN 2009

Pemberdayaan Kesejatian Hidup
“Pemberdayaan Hubungan antar Umat Beriman”
Uskup Keuskupan
Rabu, 25 Februari 2009
PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BLN FEBRUARI 2009
Perayaan ekaristi keluarga di bulan Februari 2009 diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2009. Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut, delapan pasang suami istri yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan di bulan Februari diberikan berkat khusus dan memperbaharui janji perkawinan. Mereka adalah: Merry-Koco, Hiana-Redy, Ratna-Anton, Andri-Basuki, Lia-Willy, Rosa-Pangky, Lian-Sindhu, Pie-Djemie.
Dengan mengambil bacaan Kitab Suci dan Injil pada hari itu, yakni dari Kitab Kejadian 3:1-8 dan Markus 7:31-37, dalam homilinya romo Fut menggarisbawahi kalimat “ Ia menjadikan segala-galanya baik.” Dalam Injil Markus dinyatakan bahwa orang-orang takjub pada Yesus dan akan karya-Nya. Kalimat itu juga ada dalam kisah penciptaan (Kej
Dalam hidup berkeluarga, bila ada pertengkaran itu berarti dosa asal terulang kembali karena kita hanya memikirkan diri sendiri, egois dan mau menang sendiri.
Orang tercengang akan Yesus karena Ia menjadikan segala-galanya baik. Kalau kita mengundang Yesus dalam keluarga kita, Ia akan menjadikan segalanya baik.
Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mendoakan pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan agar makin diteguhkan dan dapat menjadi saksi-saksi Kristus.
Setelah homili, romo Fut mengundang pasangan yang merayakan ulang tahun perkawinan di bulan Februari untuk memperbaharui janji perkawinan.
(smr)
Selasa, 27 Januari 2009
PERTUNJUKAN BARONGSAI OLEH KOMKA
Usai misa Imlek (26/1/09) umat berkumpul di halaman belakang gereja untuk menyaksikan pertunjukan barongsai yang dimainkan oleh Komunitas Muda Katolik (KOMKA) Paroki, dalam usaha mereka untuk menghimpun dana pengadaan peralatan band. Umat mengelilingi tempat atraksi barongsai sambil menyodorkan angpau yang ditalikan dibilah pancing. Barongsai akan beratraksi “berdiri” melonjak, satu persatu angpau dilahap oleh 2 barongsai besar ditambah 1 barongsai kecil yang dimainkan secara bergantian oleh Bisma, Aristo dan Amel.
Pukul 20.00 Wita, gerimis mulai turun dan pertunjukan dihentikan. Beberapa saat kemudian anak-anak Komka mempersiapkan diri dan kembali berangkat untuk melakukan atraksi keliling dari rumah ke rumah. Salut untuk kerja keras Komka!
(smr)
Senin, 26 Januari 2009
MISA IMLEK
“Mempertahankan identitas untuk melengkapi keragaman”
Warna merah pada hiasan altar, lampion dan lampu mendominasi gereja pada misa Imlek yang diselenggarakan pada hari Senin, 26 Januari 2009 pukul 18.00 Wita. Sebagian besar bangku diisi oleh umat yang pada umumnya memakai baju merah. Anggota paduan suara Serafim pun mengidungkan lagu-lagu bergaya Mandarin dengan seragam merahnya. Nuansa merah membuat suasana misa yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut menjadi semarak. Pastor Sinema, MSF, romo Teddy Aer, MSF, serta beberapa keponakan Mgr Demarteau nampak hadir di bangku umat.
Bacaan Kitab Suci dan Injil diambil dari bacaan hari itu, yaitu dari Roma 8:28-39 dan Mat 7:7-11. Romo Fut memulai homilinya dengan sebuah pertanyaan, “Mengapa kita merayakan Imlek?” Di tempat asalnya, Imlek dirayakan untuk mensyukuri pergantian orang Cina dan ingin mempertahankan identitas kita. Seperti juga bangsa
Lebih lanjut Romo Fut memperdalam pertanyaan,“Lalu mengapa kita merayakan misa Imlek?” : ”Itu karena kita ingin mendekatkan diri pada Tuhan dan kita mohon supaya tahun yang baru ini dapat kita masuki dengan penuh iman dan harapan. Bacaan Injil tadi mengajak kita untuk menyampaikan permohonan pada Tuhan. Seperti kita ketahui bahwa tahun ini merupakan tahun yang sulit, usaha banyak yang tutup, orang kehilangan perkerjaan. Namun demikian, sebagai orang beriman, jangan sampai kita dikuasai ketakutan dan kekawatiran.”
Menutup homilinya, Romo Fut mengajak,”Sebagai orang Katolik kita menghargai budaya yang tidak bertentangan dengan iman kita. Nilai-nilai positif kita ambil dan yang tidak benar kita singkirkan. Semoga perayaan Imlek menjadikan kita bangga dengan ke-Cina-an kita tapi tidak menjadikan sombong dan marilah kita gunakan keunikan kita untuk melengkapi keragaman.”
Setelah berkat penutup, romo Allparis dan romo Fut membagikan angpau kepada anak-anak, remaja, kaum muda, anggota koor, dan umat yang belum/tidak menikah. (smr)
