Minggu, 05 April 2009

PERAYAAN EKARISTI MINGGU PALMA


Minggu, 5 April 2009 pukul 07.30 Wita, umat telah berkumpul di depan Gua Maria dengan palma di tangan. Iringan misdinar dan romo Allparis serta romo Atmo memasuki tempat perayaan ekaristi dengan diiringi lagu “Hormat Syukur Bagimu” yang dinyanyikan oleh umat Wilayah Anna.

Perayaan ekaristi diawali dengan pemberkatan daun-daun palma yang ada di tangan umat. Romo Allparis berkeliling di antara umat dengan memerciki daun-daun tersebut dengan air suci. Setelah membacakan Injil, romo Allparis mengajak umat untuk merenungkan peristiwa Yesus yang disambut sebagai Raja tersebut. Orang-orang yang mengelu-elukan Yesus sewaktu Yesus memasuki Yerusalem adalah orang-orang yang sama yang berteriak salibkanlah Dia. Usai homili, perarakan misdinar, petugas liturgi, petugas koor, umat dan romo memasuki gereja seraya melambungkan pujian “Yerusalem lihatlah Raja-Mu.”

Di dalam gereja, setelah Doa Pembukaan, dibacakan Bacaan Kitab Suci dan dilanjutkan dengan pembacaan Kisah Sengsara Tuhan Yesus menurut Injil Markus 15:1-39 oleh petugas. Dalam homilinya, romo Atmo menyatakan bahwa kita diharapkan untuk terlibat dalam bacaan Kisah Sengsara dan bukan hanya sebagai pendengar saja. Kita ikut merasakan penderitaan Yesus yang tergantung di kayu salib. Penderitaan Yesus itu diakibatkan oleh:

- Konspirasi politik para imam yang takut dengan kepopuleran Yesus dan meminta agar Yesus diadili oleh Pilatus dan Kaisar.

- Orang-orang yang tadinya mengelu-elukan Yesus berbalik berteriak salibkanlah Dia.

- Murid-murid meninggalkan Yesus.

- Yesus merasa bahwa Allah Bapa meninggalkan Dia. Yesus merasa kesepian sehingga Dia merintih, “Eloi, eloi, lama sabakhtani,” yang artinya "Allahku ya Allahku mengapa engkau meninggalkan daku."

Menanggapi kisah sengsara ini, kita diajak untuk selalu mengingat Allah dalam hidup kita dan melalui penderitaan kita, kita berbela rasa dengan penderitaan Yesus.

Dalam Pemilu ini, banyak pemimpin yang menebarkan janji-janji. Sebagai warga negara yang baik kita dituntut untuk dapat memilih yang terbaik di antara yang baik. Sebagai Raja, Yesus juga menawarkan sesuatu pada manusia, yaitu: menaklukkan dunia dan musuh serta masuk dalam kemuliaan Bapa. Namun untuk mendapatkan hal itu, Yesus mengajak kita untuk juga ikut dalam salib, kesepian, penderitaan dan bukan kedudukan, kekayaan, sembako, dsb.

Terhadap tawaran Yesus tersebut, sikap kita ada beberapa kemungkinan, yaitu:

- ketakutan atau

- optimis karena kisah sengsara Yesus ini mengajarkan ketabahan hati.

Banyak orang yang ingin menikmati kemuliaan Yesus tapi sedikit yang bersedia untuk ikut menderita. Banyak yang ingin mendapatkan suka cita Yesus tapi sedikit untuk mengambil bagian dalam sengsara-Nya. Banyak yang ingin makan-minum bersama Yesus tapi sedikit yang mau minum piala kesengsaraan. Banyak yang menyatakan cinta dan memuji pada Yesus, tapi bila mengalami kesulitan mereka berkeluh kesah dan jatuh dalam kesedihan.

Hal yang menjadi pertanyaan dan renungan bagi kita adalah kita masuk golongan yang mana:

- Bersorak-sorak seperti orang yang menyambut Yesus di Yerusalem dan berhenti sampai di situ saja atau

- Kita mengikuti Yesus sampai pada penderitaan-Nya.

Dalam menyambut Paskah ini, persiapan apa saja yang kita lakukan, apakah kita setia dalam doa, ibadat dan Pendalaman Iman? Marilah kita bergabung dengan Yesus dengan penuh syukur mengambil bagian dalam penderitaan-Nya di salib.

Perayaan ekaristi Minggu Palma pagi tersebut berakhir pada pukul 09.30 Wita. (smr)

Jumat, 27 Maret 2009

KOSTER PETRUS


Sejak bulan September 2008 pemuda ini sudah aktif menjadi karyawan Paroki sebagai Koster Gereja St. Maria. Nama lengkapnya PETRUS HERI SANTOSA, kesehariannya dipanggil mas PETRUS. Lajang kelahiran Bantul, 15 September 1982 pernah menjadi Koster di Parakan Jawa Tengah. “Setelah hijrah ke Marabahan saya bertemu Romo Katijan & membantu beliau jika ada kunjungan. Saya ditawari Romo Katijan menjadi Koster di Paroki Kelayan,” kenang mas Petrus. Tugas utama mas Petrus adalah menyiapkan misa dan membersihkan gereja. (zo)

Kamis, 26 Maret 2009

FRATER PRAJA ORIENTASI DI PAROKI KELAYAN


“Saya tiba di Banjarmasin, hari Selasa 17 Maret 2009,” begitu kata  FR. HENRY SUSANTO SUMAPODE, yang biasa dipanggil FR. ANTO. Terlahir di Tahuna (Manado), 22 Oktober 1982 memutuskan untuk menapaki panggilan imamat. Lebih lanjut Fr. Anto menjelaskan.“Saya berada di Paroki Kelayan untuk melakasanakan  tugas orientasi agar saya bisa lebih mengenal keadaan keuskupan Banjarmasin sekaligus belajar menjadi Imam dari kedua imam yang ada di paroki ini dan belajar dari umat tentang banyak hal yang berkaitan dengan pembinaan diri sebagai seorang calon imam praja.” Orientasi Fr. Anto di Paroki kita nantinya kurang lebih 3 bulan. Mengapa orientasi disini frater? “Tugas orientasi ini dilatarbelakangi oleh niat saya untuk berkarya di keuskupan banjarmasin, sehingga saya memutuskan untuk melamar menjadi calon imam keuskupan Banjarmasin,” jawabnya mantap, “Dulu saya dididik di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng-Manado, namun saya tertarik melamar di Banjarmasin karena saya melihat keuskupan ini sungguh memiliki imam praja yang masih sangat minim sehingga saya tetarik untuk melayani keuskupan ini.” Selamat berkarya Frater Anto, kami akan mendukung menjadi salah satu gembala kami ! (zo)

JADWAL PEKAN SUCI 2009

Misa Minggu Palma pagi, 5 April 2009 pukul 07.30 wita

-   Pintu gereja ditutup, umat berkumpul di depan Gua Maria.

-   Pemberkatan daun palma di depan Gua Maria.

-   Perarakan dari Gua Maria ke dalam gereja. Pasio dibacakan.

-   Dimohon umat membawa daun palma dan mengikuti seluruh rangkaian misa dari depan gua sampai di gereja.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Minggu Palma sore, 5 April 2009, pukul 18.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Pemberkatan daun palma di dalam gereja. Pasio dibacakan.

-   Dimohon umat membawa daun palma.

Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja

 

Misa Kamis Putih, 9 April 2009, pukul 18.00 wita

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

-   Perarakan Sakramen Maha Kudus dari gereja menuju Gua Maria dan pentahtaan Sakramen Maha Kudus ada di Gua Maria dilanjutkan Tuguran.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Tablo Jalan Salib, 10 April 2009, pukul 08.00 wita

-   Tablo dimainkan oleh KOMKA dan REMAKA di halaman SDK Santa Maria

-   Umat langsung ke halaman SDK Santa Maria

Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja

 

Misa Jumat Agung, 10 April 2009, pukul 15.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Disediakan tempat kolekte di pintu gereja sebelum misa dimulai.

-   Pasio dinyanyikan.

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

-   Diberikan kesempatan pada umat membawa benda-benda rohani & bunga tabur untuk diberkati.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Malam Paskah, 11 April 2009, pukul 20.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Paskah Pagi, 12 April 2009, pukul 08.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Ada pembagian telur untuk seluruh anak-anak yang hadir dalam misa.

-   Setelah misa, seluruh umat dimohon untuk mengikuti santap bersama (agape) di halaman belakang gereja.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

Kamis, 26 Februari 2009

PERATURAN PANTANG DAN PUASA 2009

1.   Hari Puasa tahun 2009 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 25 Februari, dan Jumat Agung tanggal 10 April. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.

2.   Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.

 

3.   Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok.

      Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya oleh seluruh keluarga, atau seluruh Iingkungan, atau seluruh wilayah, ditetapkan cara puasa dan pantang lebih berat, yang dirasakan Iebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Tentu saja ketetapan yang dibuat sendiri tidak mengikat dengan sanksi dosa.

 

4.   Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersarna-sama mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, meditasi, dan sebagainya.

 

5. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaskah ialah Aksi Puasa Pembangunan atau APP, yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak pembaharuan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak peningkatan solidaritas pada tingkat paroki. keuskupan dan nasional.


Sumber: Media Keuskupan, Februari 2009



SURAT GEMBALA PRAPASKAH TAHUN 2009


Pemberdayaan Kesejatian Hidup

“Pemberdayaan Hubungan antar Umat Beriman”


Salam dan Berkat Apostolik!

 

Bapa-Ibu, saudara-saudari, 

Para Pastor, suster, bruder dan Frater serta seluruh umat di Keuskupan Banjarmasin yang terkasih.

 

1.       Kita baru saja menyelesaikan Muskerpas yang membicarakan beberapa hal yang perlu untuk arah dan rencana kerja kita ke depan, terutama untuk tahun 2009 ini. Di dalamnya diperhatikan masalah perutusan ke daerah Meratus yang menantang kita sebagai satu komunitas untuk terlibat membantu saudara-saudara kita yang “jauh” baik secara geografis maupun secara sosial budaya. Masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan terutama mendampingi mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warganegara menjadi suatu perkerjaan yang mau tidak mau harus melibatkan semua pihak, mulai dari Komisi-komisi yang menjadi perangkat kerja keuskupan, kelompok-kelompok kategorial, kaum religius dan semua paroki serta seluruh umat.


 2.       Demikian juga dengan masalah kesehatan pada umumnya khususnya rencana program pemberantasan malaria dan HIV AIDS  yang menjadi sorotan dunia saat ini di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan. Salah satu keputusan Muskerpas mengajak kita juga untuk terlibat, bukan saja karena kita berada di sini, tetapi terutama sebagai wujud kepedulian kita terhadap penderitaan sesama dan sedapat mungkin membantu banyak orang keluar dari jerat penderitaan tersebut.


 3.       Bukanlah suatu kebetulan bahwa tema APP kita tahun ini mengajak kita merefleksikan hubungan kita sebagai umat beriman yang berada ditengah-tengah kemajemukan. Kemajemukan ini menjadi suatu berkat bagi semua pihak yang terbuka dan berkehendak baik, karena dengan ini kita akan semakin diperkaya. Kita semua menghadapi masalah yang sama, masalah kemiskinan dan pemiskinan, masalah ketidakadilan dan lingkungan hidup, masalah saling curiga dan mementingkan kelompok, maka kita diajak untuk terbuka dan berani mengasihi, bahkan terutama mereka yang membenci kita (lih. Luk 6:32). Dengan mengasihi maka menjadi nyatalah bahwa kita mengenal Allah yang adalah kasih, sebab “barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah” (1 Yoh 4:8).


 4.       Dalam kasih itulah kita mau dan terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, bukan saja ini akan meringankan pekerjaan kita satu sama lain, tetapi terutama rahmat yang tersembunyi di balik itu ialah kita akan semakin menyadari bahwa kita semua adalah saudara, dan bahwa kita saling membutuhkan dan dengan demikian kesejatian hidup yang didambakan semua orang akan menjadi semakin nyata, yakni sebagai citra Allah.


 5.       Rabu (25/02) adalah Hari Rabu Abu. Pada hari itu kita memasuki masa Prapaskah, masa puasa dan pantang. Kita ingin menjalani masa puasa dan pantang ini secara benar. Memang berpuasa dan berpantang menyangkut hal mengurangi makan dan minum. Namun intinya adalah pertobatan, kembali kepada Tuhan dan jalan-Nya serta mencari kesempatan untuk mewujudkan iman kita dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan tanda-tanda jaman. Salah satu tanda jaman yang amat jelas sekarang ini adalah rusaknya persaudaraan yang sejati. Hal ini mungkin akan diperparah menjelang dan selama pemilihan umum yang akan datang. Karena itulah dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan, pada lingkup nasional tahun ini, kita diajak untuk mendalami tema “Kesejatian Hidup Dalam Pemberdayaan Hubungan antar Umat beriman”. Pada lingkup Keuskupan kita, kita diajak mengembangkan pemikiran dan gerakan “siap diutus membawa kasih.” Pertama-tama diutus “ke dalam Komunitas” untuk mengalami kasih Tuhan, dan kemudian “ke luar” membawa kasih itu ke dunia yang membutuhkannya.


 6.       Kesempatan ini juga menjadi kesempatan bagi kita selama masa Prapaska untuk mempersiapkan diri kita menyambut perayaan Paskah, perayaan dasar iman kita. Sambil merenung dan refleksi kita membangun niat untuk melakukan yang lebih baik lagi bagi Tuhan dan sesama, maka hasil APP yang kita kumpulkan menjadi wujud nyata niat baik kita itu, yang nanti setelah dikumpulkan akan dikirimkan 30% ke KWI dan 70% untuk menunjang rencana kerja kita ke Meratus dan peningkatan sosial ekonomi mereka yang sangat membutuhkannya.


 7.       Akhirnya, saya mengajak agar sejauh mungkin Bapak/Ibu/Para Pastor/Suster/ Bruder dan Saudara sekalian ikut hadir dan terlibat dalam pertemuan-pertemuan di Komunitas masing-masing dalam rangka masa Prapaskah ini. Semoga dengan demikian persaudaraan semakin diteguhkan. Yang karena berbagai alasan tidak mungkin hadir dalam pertemuan-pertemuan seperti itu, diharapkan juga dapat mengisi masa penuh rahmat m secara kreatif. Terima kasih atas segala bentuk peran serta dan keterlibatan dalam pelayanan di paroki maupun di Keuskupan. Berkat Tuhan melimpah untuk keluarga-keluarga dan komunitas kita. Dan semoga Tuhan meneguhkan persaudaraan pekerjaan, pengabdian dan seluruh niat-niat baik kita.

 

Banjarmasin,  25 Februari 2009


 Mgr. Petrus Boddeng Timang

Uskup Keuskupan Banjarmasin


Rabu, 25 Februari 2009

PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BLN FEBRUARI 2009

        Perayaan ekaristi keluarga di bulan Februari 2009 diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2009. Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut,  delapan pasang suami istri yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan di bulan Februari diberikan berkat khusus dan memperbaharui janji perkawinan. Mereka adalah: Merry-Koco, Hiana-Redy, Ratna-Anton, Andri-Basuki, Lia-Willy, Rosa-Pangky, Lian-Sindhu, Pie-Djemie.

        Dengan mengambil bacaan Kitab Suci dan Injil pada hari itu, yakni dari Kitab Kejadian 3:1-8 dan Markus 7:31-37, dalam homilinya romo Fut menggarisbawahi kalimat “ Ia menjadikan segala-galanya baik.” Dalam Injil Markus dinyatakan bahwa orang-orang takjub pada Yesus dan akan karya-Nya. Kalimat itu juga ada dalam kisah penciptaan (Kej 1:31). Allah telah membuat segala sesuatunya amat baik, namun dosa manusia telah merusak segalanya. Dosa Adam dan Hawa adalah pada motivasi atau ambisi mereka ingin menjadi seperti Allah. Dosa ini kemudian berulang-ulang dilakukan oleh manusia sampai sekarang dalam bentuk kesombongan, keegoisan, dsb. Namun Yesus melakukan yang sebaliknya, yakni merendahkan diri sehabis-habisnya. Dalam hal demikian sangat baik bagi kita untuk berbuat seperti Yesus dalam hal kerendahan hati, kesempurnaan dan kasih.

        Dalam hidup berkeluarga, bila ada pertengkaran itu berarti dosa asal terulang kembali karena kita hanya memikirkan diri sendiri, egois dan mau menang sendiri.

        Orang tercengang akan Yesus karena Ia menjadikan segala-galanya baik. Kalau kita mengundang Yesus dalam keluarga kita, Ia akan menjadikan segalanya baik.

         Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mendoakan pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan agar makin diteguhkan dan dapat menjadi saksi-saksi Kristus.

         Setelah homili, romo Fut mengundang pasangan yang merayakan ulang tahun perkawinan di bulan Februari untuk memperbaharui janji perkawinan.

(smr)