Minggu, 05 Juni 2011

DOA NOVENA UNTUK MEMPEROLEH RAHMAT ALLAH ROH KUDUS

Doa menjelang Pentakosta 2011

Ya Tuhan Allah Bapa Surgawi, dengan segenap hati kami memuliakan serta menghaturkan syukur kepada-Mu, karena karunia pesta Pentakosta, pesta terakhir sebelum kedatangan Putera-Mu. Engkau bukan hanya menciptakan langit dan bumi, melainkan juga mengutus Putera-Mu kepada kami yang berdosa.

Engkau telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan mengangkat-Nya naik ke surga yang tinggi. Akhirnya Engkau mencurahkan Roh Kudus dan Gereja-Mu yang muda itu Kaujadikan matang dan dewasa; Gereja-Mu yang tersembunyi itu Kaujadikan saksi yang nyata bagi-Mu. Dengan perantaraan Roh Kudus-Mu, Engkau hendak menulis nama Putera-Mu terkasih Yesus Kristus di dalam hati manusia.

Bapa dalam surga kami ini miskin lagi berdosa. Dari lembah kehinaan yang dalam kami berseru kepada-Mu; Janganlah Engkau mengambil Roh Kudus-Mu dari kami, sebab apabila Engkau mengambil Roh-Mu dari kami, maka kami menjadi mangsa kesepian hati kami sendiri. Kami mengucap syukur kepada-Mu, karena Roh Kudus itu telah Engkau curahkan ke atas kami. Dari sebab itu kami berdoa kepada-Mu, agar Roh-Mu yang kudus itu tetap giat bekerja dalam diri kami. Buatlah Gereja-Mu yang tersembunyi menjadi saksi-Mu juga di zaman kami ini dan Gereja-Mu yang diam, jadikanlah ia berbicara. jadikanlah manusia yang seolah-olah mati, manusia yang hidup dipenuhi Roh-Mu. Berilah kiranya, agar di kalangan kami juga semakin nyatalah suatu umat yang setia kepada ajaran para rasul-Mu, serta kerukunan hidup bersama dalam perayaan Ekaristi dan dalam doa.

Ya Roh Kudus, insafkanlah kami tentang dosa, tentang keadilan, dan tentang kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Terangilah hati kami, supaya kami dapat belajar mengenal Allah Bapa dan Yesus Kristus, Tuhan kami. Tabahkanlah hati kami di dalam perjuangan di dunia ini dan hantarkanlah kami ke dalam kemuliaan-Mu.

Amin.

Kamis, 10 Maret 2011

Surat Gembala Prapaskah 2011: MENJADI MANUSIA SEJATI SEPERTI YESUS



Kepada Para Imam, Biarawan-biarawati dan seluruh Umat Keuskupan Banjarmasin di mana pun mereka bertempat tinggal,

Salam sejahtera bagi Anda sekalian,

1. Masa Puasa atau Masa Prapaskah tahun ini dimulai pada hari Rabu Abu tanggal 9 Maret 2011 dan berakhir pada hari Minggu Paskah 24 April 2011. Masa untuk memenuhi kewajiban menyambut komuni pada Masa Paskah (perintah kelima dari “Lima Perintah Gereja”) berakhir pada hari raya Tritunggal Mahakudus tanggal 19 Juni 2011. Tema Masa Prapasakah 2011 ini ialah ”Pemberdayaan Kesejatian Hidup: Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri”. Dengan tema ini dibulatkanlah rangkaian tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang digumuli sejak tahun 2007 yaitu berturut-turut mengenai pemberdayaan hidup bersama dalam masyarakat, dalam komunitas, dalam keluarga dan dengan lingkungan hidup. Masyarakat, komunitas dan keluarga akan berdaya, hubungan dengan lingkungan hidup akan serasi, bersifat memelihara dan membangun apabila setiap pribadi kristiani menjadi insan yang memberdayakan dirinya, yang menyadari dan bangga akan martabatnya.

2. Selama Masa Prapaskah ini kita mengikuti pendalaman iman, membina sikap tobat, berpuasa dan berpantang, beramal kasih dan lebih tekun lagi dalam doa-doa kita. Semuanya untuk semakin menyadari dan mewujudkan jati diri kita yang sesungguhnya yaitu sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi yang diciptakan “menurut gambar-Nya” (Kej 1: 27) dan ditetapkan sebagai wali-Nya untuk menguasai, mengatur dan memelihara makhluk ciptaaan lainnya (Kej 1: 28; 2: 20). Martabat manusia yang sudah sedemikian luhur itu menjadi semakin paripurna dengan pembaptisan yang olehnya kita diangkat menjadi “anak-anak Bapa di sorga” (Mat 5: 45) dan karenanya dijelmakan oleh-Nya sebagai “bait Allah” dan “kediaman Roh Kudus” (1 Kor 3: 16)! Manusia dengan jati diri semulia itu dipanggil untuk menjadi “sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5: 48).

3. Kita patut bangga dan berbesar hati dengan martabat kristiani itu dan karenanya selalu tampil penuh percaya diri dan sukacita di mana pun dan kapan pun. Bagaimana mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga, komunitas gerejawi dan masyarakat umum? Ada berbagai macam cara. Pertama-tama dengan mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya yang setia dan bergaul secara mesra dengan-Nya setiap hari dalam penerimaan Sakramen-sakramen, doa-doa baik bersama mau pun secara pribadi dan dalam pengamalan kasih baik antar pribadi mau pun dalam komunitas. Siapa bergaul dengan Yesus akan memantulkan sinar kemuliaan Yesus dari wajahnya dan akan mengamalkan kasih-Nya dengan tekun dan penuh sukacita. Orang yang dengan setia mendengarkan Sabda Yesus akan semakin erat bersatu dengan-Nya dan semakin menikmati kebersamaan dengan Yesus dalam penerimaan Sakramen-sakramen khususnya Ekaristi dan Sakramen Tobat. Manusia yang mendengarkan sabda Yesus, menjadi anak Allah. Ia berubah rupa! Dalam dirinya, egoisme diganti dengan kasih, kesedihan dengan sukacita, kegelisahan dengan kedamaian, amarah dengan kesabaran, sifat cuek acuh tak acuh dengan kepedulian dan perhatian, ingkar janji dengan kesetiaan, kekerasan dengan kelemahlembutan, nafsu liar dengan pengendalian diri. Wajah Yesus yang berubah di atas gunung (Mrk 9: 3) adalah gambaran wajah setiap orang beriman yang berubah karena mengikuti Yesus dengan tekun dan setia sampai akhir. Wajah manusia beriman memantulkan wajah Yesus dan wajah Yesus pada gilirannya memantulkan wajah Allah Bapa sendiri!. Sungguh indah jati diri kita sebagai orang beriman kristiani.

4. Akhir-akhir ini masyarakat kita didera dengan banyaknya pertikaian, permusuhan dan bahkan konflik berdarah. Salah satu penyebabnya ialah semakin tegasnya perbedaan mencolok antara kelompok masyarakat yang sudah menikmati berkat dari Ibu Pertiwi dan Tanah Air yang kaya raya dan sebagian anggota masyarakat yang masih terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Antara mereka yang dengan mudah memperoleh secara berlimpah-limpah hasil-hasil pembangunan dan sebagian rakyat yang makin terpinggirkan bahkan sering tertindas tanpa kemampuan, daya dan kesempatan untuk lepas dari lilitan jerat kemiskinannya. Muncullah di tengah masyarakat rasa tidak puas yang tinggi yang pada gilirannya membuahkan kecurigaan, kecemburuan bahkan kedengkian antar kelompok yang pada gilirannya dengan mudah melahirkan konflik, perselisihan, amuk massa, tawuran yang tidak jarang berdarah-darah. Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, kita terpanggil untuk ikut serta bersama dengan segala unsur masyarakat dan anak bangsa lainnya untuk mencarikan solusi bagi persoalan-persoalan yang timbul di tengah-tengah bangsa dan masyarakat kita. Kita harus menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari persoalan bangsa dan masyarakat.

5. Jati diri murid-murid Yesus mewajibkan kita untuk mendobrak setiap lingkaran kejahatan termasuk permusuhan, penindasan dan pengucilan terhadap pihak yang lemah dengan perbuatan kasih. Hidup bersama dalam keluarga, komunitas atau masyarakat seringkali ditandai dengan kekerasan. Bahasa yang dipakai adalah “pihak yang kuat terhadap yang lemah”, “pemenang atas pecundang”, “kebencian dibalas dengan kebencian”, “kekerasan dilawan dengan kekerasan”. Yesus, Manusia sejati, merintis jalan bagi para pengikut-Nya dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dengan menunjukkan kasih kepada orang-orang yang menindas, membenci bahkan mengancam kita. Dengan berlaku kasih, juga kepada orang-orang yang memusuhi kita, kita mewujudkan dan membuktikan bahwa kita adalah “anak-anak Bapa di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5: 45). Manusia sejati, anak-anak Allah, murid-murid Yesus selalu mencoba mengatasi kejahatan dengan kebaikan, melawan kebencian, penindasan dan permusuhan dengan kasih! Bagaimana cara melakukannya sangat ditentukan oleh situasi konkrit yang dihadapi. Itulah yang menjadi pergumulan dan bahan pendalaman kita selama Masa Prapaskah.

Selamat menjalani Masa Prapaskah yang penuh rahmat ini dalam semangat tobat dengan laku tapa dengan berpuasa dan berpantang, dengan doa dan amal kasih. Tuhan memberkati kita semua!

Diberikan di Banjarmasin pada Pesta Takhta Santo Petrus Rasul, 22 Februari 2011

+PETRUS BODDENG TIMANG
Uskup Keuskupan Banjarmasin

Rabu, 02 Maret 2011

PEMILIHAN KETUA DEWAN PAROKI 2011-2014


Memulai babak baru kepengurusan Dewan paroki Periode 2011-2014, komite Pemilihan Umum ketua DP, tgl 2 Maret 2011, menggelar penetapan kandidat Ketua Dewan. Acara ini dilaksanakan bersamaan dengan Rapat dewan paroki pleno.
Dari 32 calon yang diajukan oleh setiap komunitas akhirnya terpilih 5 kandidat berdasarkan mekanisme pemilihan para ketua komunitas dan Ketua wilayah. Selanjutnya mereka akan dipilih secara langsung oleh umat tgl 19 & 20 Maret 2011 seusai perayaan Ekaristi.
Mereka adalah :
- Fransiskus Antonius junaedi
- Agustinus Saidi
- venansius Genggor
- Aloysius Pramono
- Andreas Sunarko

Senin, 13 Desember 2010

RANGKAIAN NATAL 2010



Bazar & Sinterklas

Menyambut Natal 2010 dan menanggapi keperluan bahan-bahan murah untuk persiapan Natal umat paroki , maka pada Sabtu-Minggu, 11-12 Desember 2010 di halaman paroki Kelayan digelar acara Bazar. Acara yang dikoordinir oleh KOMKA ini menggelar penjualan berbagai macam keperluan rumah tangga dan makanan mulai dari sembako, susu, mie instan, sabun, shampoo, dll.
Sementara Bazar berlangsung, pada hari Minggu, 12 Desember 2010 pukul 09.00 Wita setelah Misa Minggu pagi, di Aula Syalom berlangsung acara “Ceria bersama Sinterklas.” 200-an anak telah memegang tiket untuk mengikuti acara ini. Anak-anak tersebut mendapatkan bingkisan dan diberi kesempatan untuk berfoto bersama Sinterklas.

Agenda Rangkaian Natal
Agenda Rangkaian Natal Paroki Kelayan berikutnya:
16 Desember 2010, pk 18.00 Wita: Sakramen Tobat di Gereja
19 Desember 2010, pk 09.30 Wita: Kurve Lingkungan Gereja dan Donor Darah
24 Desember 2010, pk 20.00 Wita: Misa Malam Natal
25 Desember 2010, pk. 08.00 Wita: Misa Hari Raya Natal
26 Desember 2010, pk. 08.00 Wita: Misa Pesta Keluarga Kudus & Misa Natal Lansia, dilanjutkan ramah tamah di Aula Syalom.
31 Desember 2010, pk 18.00 Wita: Misa Tutup Tahun 2010
1 Januari 2011, pk. 08.00 Wita: Misa Tahun Baru 2011

MISA PERINGATAN PELINDUNG PAROKI

HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

“Di beberapa negara, perayaan pelindung gereja dirayakan secara besar-besaran, bahkan bisa lebih besar dibanding peringatan ulang tahun gereja. Namun saya melihat umat yang hadir pada misa sore hari tidak jauh berbeda dengan umat yang biasa hadir pada misa harian sore” demikian ugkapan romo Lioe Fut Khin, MSF di awal homili misa Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda pada hari Rabu, 8 Desember 2010 yang dimulai pukul 18.00 Wita. Misa peringatan pelindung paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda saat itu dipimpin oleh Romo Allparis, Pr didampingi Romo Lioe Fut Khin, MSF dengan petugas liturgy dari anggota Legio Maria dan koor oleh Wilayah Lucia.
Lebih lanjut, dalam homilinya romo Fut menguraikan Injil pada hari itu yang diambil dari Lukas 1:26-38. Malaikat yang datang pada Maria mengatakan, “Salam, engkau yang dirahmati. Tuhan sertamu….” Arti rahmat yang disampaikan malaikat itu adalah Allah sendiri. Allah beserta Maria. Lawan kata dari rahmat adalah dosa, sehingga orang yang penuh rahmat berarti tidak ada dosa dalam dirinya. Rahmat adalah anugerah Allah dan bukan usaha manusia. Maria sudah menerima anugerah Allah sejak dari kandungan. Hal ini tercermin dalam “Magnificat” yang mengungkapkan sikap Maria yang penuh syukur dan rendah hati.
Sebagai umat paroki yang berlindung pada Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, kita boleh berbangga dan meneladan Bunda Maria dengan cara membuka hati kita untuk menerima rahmat dari Allah. Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mohon pada Tuhan agar bisa terbuka kepada rahmat itu dan meneladan Bunda Maria serta mengikuti Yesus, Puteranya. (smr)

Selasa, 12 Oktober 2010

SIAPA SANG TERTAHBIS?


Mengenal Diakon Yohanes Susilohadi, Pr.

Motto Tahbisan Imam:

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini.

Karena itu kami tidak tawar hati.”
( 2 Korintus 4:1)

Riwayat Hidup Singkat:

Nama : Diakon YOHANES SUSILOHADI
Tempat/Tgl. Lahir : Serang, 1 November, 1978

Paroki Asal : Gereja “Hati Kudus Tuhan Yesus,” Ganjuran, Bantul, Yogyakarta.
Orang tua: Ayah : Paulus Sukiman

Ibu : (Alm) Tarcisia Sutiyati
Anak ke 5 dari 5 bersaudara

Pendidikan Formal:
TK : “Mardiyuana”, Jln. Raya Serang No. 78, Cilegon, Banten. Selesai tahun 1985
SD : “Kanisius”, Kanutan I, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Selesai tahun 1992
SMP : “Kanisius”, Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul Yogyakarta. Selesai tahun 1995
SMK : SMK “Putra Tama” Bantul, Yogyakarta. Selesai tahun 1998

Pendidikan Calon Imam:
1999-2001 : Seminari Menengah: Stella Maris , Bogor.
2001 : Tahun Rohani Interdiosesan di Malang.

2002-2006 : Seminari Tinggi Interdiosesan “Beato Giovanni XXIII” Malang.
2002-2006 : S1-Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Widya Sasana”, Jln. Terusan Rajabasa, Malang.

2008-2010 : S2-Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Widya Sasana”.

18 Agustus 2007 : Lektor Akolit di Kapel Susteran Congregatio Passionis Malang

Tahun Pastoral:

Januari 2007- Juli 2007 : Paroki “Stella Maris”, Sungai Danau.
Juli 2007 – Mei 2008 : Paroki “St. Vinsensius De Paul”, Batulicin.
Mei 2008 – Agustus 2008 : Paroki “Ave Maria”, Tanjung.

Tahbisan Diakon:

11 Februari 2010 di Gereja Katedral Ijen “Santa Perawan Maria Bunda Karmel” Malang, Jawa Timur.
Pemberi Tahbisan Diakon : Mgr. H. Yoseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm
Februari 2010-Juli 2010 : Masa Diakonat di Paroki “St. Antonius Padova” Pasuruan, Jawa Timur.

Juli 2010-Oktober 2010 : Masa Diakonat di Paroki “Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda,” Kelayan, Banjarmasin

TAHBISAN IMAM

Keuskupan Banjarmasin mendapat karunia dan berkat rahmat Allah berlimpah karena akan diselenggarakan Tahbisan Imam Diakon Yohanes Susilohadi,Pr oleh Mgr.Dr. Petrus B. Timang
Bertempat di : Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda - Kelayan Banjarmasin
Hari/Tanggal: Rabu / 13 Oktober 2010
Waktu : 18.00 wita sd selesai
Mengharap kehadiran umat Keuskupan Banjarmasin untuk mengikuti Perayaan Tahbisan Imam tersebut dan setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Romo baru dan agape.