Rabu, 27 Maret 2013
JADWAL TRI HARI SUCI 2013
Kamis, 22 September 2011
PENATAAN HALAMAN GEREJA

Untuk memperindah lingkungan gereja, sejak 4 September 2011, Seksi Sarana Prasarana bekerja sama dengan KOMKA dan beberapa pengurus DPP telah melakukan penataan halaman gereja yang dimulai di halaman depan. Pekerjaan yang dilakukan di halaman depan ini meliputi penggantian paving, pembuatan selokan baru, penambahan pot bunga di depan gedung gereja, pembuatan bak tanaman di dinding gereja serta penanaman pohon dan penggantian bunga pada pagar gereja.
Keterlibatan kaum muda dalam pekerjaan yang direncanakan selesai dalam waktu 1 bulan ini dimaksudkan agar kaum muda bisa memberikan sumbangan pemikiran dan peran aktif dalam membangun gereja. Setiap hari Minggu, setelah selesai misa nampak belasan kaum muda dan pengurus DPP bahu membahu mengangkut tanah serta tanaman, menyiapkan media untuk ditanami, menanam pohon serta tanaman dan membersihkan halaman.
Meskipun penataan halaman gereja merupakan salah satu program kerja dari Seksi Sarana dan Prasarana, namun terciptanya keindahan dan kenyamanan di lingkungan gereja merupakan tanggung jawab seluruh umat. Bp. Adelbertus S., selaku ketua Seksi Sarana dan Prasarana berharap dukungan dan partisipasi seluruh umat dalam memelihara fasilitas yang sudah ada atau sudah dibuat seperti: membuang sampah pada tempat yang disediakan dan bukan di pot, tidak mengganggu tanaman. Akan lebih baik lagi bila ada umat yang sesekali membantu menyiram tanaman. Setelah penataan halaman depan gereja selesai, kegiatan akan berlanjut dengan gerakan penghijauan di halaman belakang yang akan melibatkan semua wilayah dan komunitas. Segala saran atas kegiatan penataan halaman gereja dapat disampaikan secara langsung kepada Bp. Adelbertus. (smr)
PISAH SAMBUT PASTOR PAROKI
Sesuai Surat Keputusan Uskup Keuskupan Banjarmasin dinyatakan bahwa per 1 September 2011, Romo Ignatius Allparis Freeanggono, Pr. diberhentikan sebagai pastor paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda dan ditugaskan sebagai pastor paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Veteran. Sebagai penggantinya, diangkat Romo Antonius Doso Susanto, Pr. sebagai pastor paroki. Serah terima atas pergantian pastor tersebut dilaksanakan di Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda pada hari Senin, 12 September 2011 pukul 18.00 Wita.
Perayaan Ekaristi
Perayaan ekaristi harian pada hari itu sepenuhnya diintensikan untuk serah terima pastor paroki. Bapak Uskup, Mgr. Petrus Timang berkenan memimpin perayaan ekaristi dengan didampingi Romo Allparis, Romo Doso, Pr., Romo Soni, Pr., Romo Simon, Pr., Romo Supriadi, CM serta Diakon Gunawan. Hampir seluruh bangku gereja terisi oleh umat yang hadir. Koor oleh PSP Serafim.
Menguraikan bacaan pada hari itu (1 Tim 2:1-8, Luk 7:1-10), Bapak Uskup dalam homilinya menyatakan bahwa sebagai murid Yesus kita diminta berbuat baik pada semua orang serta mendoakan orang lain sehingga hidup kita menjadi contoh dan mencerminkan hidup sebagai seorang yang telah ditebus. Dalam peristiwa pergantian pastor paroki, umat diajak mensyukuri pelayanan yang telah dilakukan oleh Romo Allparis di paroki Santa Maria serta mendoakan pelayanan dan tantangan yang dihadapi Romo Allparis di tempat yang baru. Di paroki Santa Maria telah diutus pastor yang lain, yakni Romo Doso untuk meneruskan pelayanan para pendahulunya. Patut dipahami oleh umat bahwa semua ini dilakukan untuk kebaikan semuanya, baik umat maupun pastornya. Apalagi umat Paroki Santa Maria dianggap cukup dewasa dan terbuka untuk menerima siapapun pastor yang berkarya.
Setelah homili dilaksanakan rangkaian acara serah terima yang dimulai dengan pembacaan SK pindah tugas Romo Allparis dan pengangkatan Romo Doso menjadi pastor paroki. Pembacaan dilakukan oleh Sekretaris Keuskupan, Romo Soni yang kemudian diikuti dengan pengangkatan dan pembacaan janji oleh pastor paroki yang baru. Selanjutnya Romo Allparis membacakan memori serah terima. Setelah itu memori serah terima, Buku Rencana Kerja Dewan Pastoral Paroki 2011 – 2014 serta berkas-berkas lainnya diserahkan Romo Allparis kepada Bapak Uskup yang kemudian diserahkan kepada romo Doso. Rangkaian acara serah terima terima itu diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima.
Sebelum berkat penutup, diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan kepada Romo Allparis, romo Doso, Bp. Andreas Sunarko selaku ketua I DPP dan Bapak Uskup.
Ramah Tamah
Setelah perayaan ekaristi, di depan Aula Syalom, Bapak Uskup, Romo Allparis dan Romo Doso disambut dengan tari-tarian anak-anak yang mengantar memasuki aula. Acara yang dipandu oleh Bp. F. Sudarmo itu diawali dengan kesan pesan dan harapan oleh Amel sebagai wakil anak-anak, Sdr. Jimmy sebagai wakil kaum muda serta Bp. Tjhie Keng Beng yang mewakili umat yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada Romo Allparis oleh para ketua wilayah.
Setelah selingan Vocal Group oleh anak-anak Asrama Putri Satya Andika, romo Allparis memberikan kesan pesan dan harapan yang diikuti dengan penyerahan tumpeng oleh Romo Allparis kepada Romo Doso. Selanjutnya Romo Doso memberikan sambutan dan kemudian penyerahan kenangan-kenangan oleh DPP kepada Romo Allparis. Acara ditutup dengan santap malam bersama dan berakhir pada pukul 21.30 Wita. (smr)
Surat Gembala Mgr Petrus Boddeng Timang Uskup Keuskupan Banjarmasin Dalam rangka mempersiapkan dan menyambut Sinode Keuskupan.
Pada tanggal 19 Oktober 1938 yang lalu Prefektur Apostolik Banjarmasin didirikan. Hal ini menandakan sebuah pengakuannya sebagai sebuah Gereja Katolik Partikular yang mandiri. Maka, nanti pada tahun 2013, Keuskupan Banjarmasin akan merayakan 75 tahun sebagai Gereja Partikular yang mandiri. Usia ke 75 tahun bukanlah usia yang pendek, karena itu inilah saat yang istimewa bagi kita untuk kita rayakan dan menjadikannya sebagai momen untuk merefleksikan perjalanan hidup menggereja kita.
Untuk menyambut 75 tahun berdirinya Prefektur Apostolik Banjarmasin, kita bersama akan mengadakan Sinode Keuskupan. Senode keuskupan adalah himpunan imam-imam dan orang-orang beriman kristiani yang terpilih dari Gereja partikular, untuk membantu Uskup diosesan demi kesejahteraan seluruh komunitas diosesan (KHK kan 469). Ini merupakan kesempatan yang baik untuk melihat dan merefleksikan kembali seluruh kehidupan Gereja di keuskupan kita ini dalam keunggulan dan kelemahannya serta dalam kontribusinya untuk membangun kesejahteraan umum. Setelah itu kita akan mengambil satu tekad yang menjadi arah dasar pastoral yang jelas bagi Keuskupan Banjarmasin dan menjadi derap langkah semua pihak di Keuskupan ini.
Sinode Keuskupan akan dilalui dalam beberapa kegiatan yang meliputi tahap Pra-Sinode, Sidang Sinode, dan Pasca-Sinode. Tahapan Pra-Sinode akan diawali dengan penyebaran angket yang berisi data dan quisioner ke seluruh umat. Data dari quisioner ini akan membantu kita untuk melihat gambaran wajah Keuskupan kita. Gambaran ini nantinya akan diolah dan akan dikembalikan ke Paroki sebagai bahan ber-Sinode pada tingkat Paroki dan pada akhirnya berpuncak pada Sidang Sinode Keuskupan. Hasil dari refleksi bersama ini akan menjadi arah dasar hidup menggereja kita.
Sinode adalah sebuah perayaan iman umat, karena itu keterlibatan seluruh umat sungguh diharapkan. Kami mengimbau para imam, biarawan-biarawati dan segenap umat beriman di Keuskupan Banjarmasin, agar berdoa bagi keberlangsungan dan kesuksesan sinode ini, dan terlibat secara aktif mengikuti segala kegiatan dan proses dalam perencanaan dan pelaksanaan sinode ini.
Mari kita meneladan jiwa dan semangat hidup Gereja Perdana. “Dengan bertekun dan sehati mereka berkumpul” (Kis 2:46). “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan” (Kis 2:42). Ketekunan, kesehatian, dan persekutuan kiranya menjadi jiwa kita semua di dalam bersinode. Kita ingin meneladan Gereja perdana yang bertekun dalam pengajaran, merenungkan bersama, berdoa bersama, dan melaksanakannya bersama. Dalam kesadaran bahwa kita adalah satu persekutuan, kita akan berproses bersama dengan satu hati dan satu tubuh (1Kor 10:17).
Akhirnya, bersama Bunda Maria yang hari ini kita rayakan bersama, kita berseru, “Bicaralah ya Tuhan, hambaMu mendengarkan”. Semoga di dalam berproses bersama ini kita sungguh menghadirkan Gereja yang mendengarkan, sehingga pada akhirnya nanti kita dapat menghadirkan Gereja yang sungguh menjadi kota di atas gunung dan cahaya di atas kaki dian bagi dunianya (Mat 5:13).
Selamat bersinode, Tuhan memberkati.
Banjarmasin, 14 Agustus 2011
Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga
† Mgr Petrus Boddeng Timang
Uskup Keuskupan Banjarmasin
PERAYAAN EKARISTI & RAMAH TAMAH UNTUK KEPINDAHAN ROMO AL. LIOE FUT KHIN, MSF.
Perayaan Ekaristi
Perayaan ekaristi Senin sore, 22 Agustus 2011, bertepatan dengan Hari Pesta SP Maria, Ratu, di Paroki Santa Perawan Maria YTTN terasa sangat istimewa dari biasanya. Hampir seluruh bangku gereja terisi oleh umat yang mengikuti misa yang diintensikan untuk mendoakan dan mengantar kepindahan Romo Fut ke tempat tugas yang baru. Keistimewaan itu makin terasa karena Bapak Uskup Petrus Timang berkenan memimpin misa dengan didampingi Romo Lioe Fut Khin, MSF, Romo Allparis, Pr (pastor paroki SP Maria YTTN), Romo Maratmo, MSF (Provinsialat MSF Provinci Kalimantan), Romo Soni, Pr, Romo Supri, CM (pastor paroki Katedral), Romo Amtono, MSF, serta Romo Susilo, CP. Lagu-lagu dinyanyikan oleh PSP Serafim. Keistimewaan tersebut menyatakan bahwa Romo Fut sungguh dicintai oleh umat dan rekan-rekan di keuskupan Banjarmasin.
Dalam homilinya, romo Fut menyatakan bahwa kebaikan yang kita berikan pada orang akan memberikan pengaruh postif terhadap diri kita. Saat kita mendoakan orang lain, maka berkat yang kita terima akan lebih banyak dari pada berkat yang diterima oleh orang yang kita doakan. Untuk itu Romo Fut berharap, meskipun sudah tidak bersama-sama lagi, Romo Fut dan seluruh umat di Banjarmasin tetap saling mendoakan.
Sebelum berkat penutup, Bp. Uskup mengungkapkan bahwa saat menerima SK Provinsialat MSF di Jawa yang akan menarik Romo Fut kembali ke Jawa, baru disadari bahwa kehadiran Romo Fut di keuskupan Banjarmasin sangat berarti. Banyak jabatan yang harus beliau tinggalkan di keuskupan Banjarmasin selain sebagai pastor rekan di paroki SP Maria YTTN, yaitu jabatan sebagai ekonom, sekretaris keuskupan, moderator BPK Keuskupan serta anggota tim ME dan koordinator ME Distrik XIV Banjarmasin. Dengan ditinggalkannya jabatan-jabatan tersebut maka keuskupan perlu menata kembali, sementara itu tenaga-tenaga yang ada sangat minim. Namun demikian, kita yakin bahwa semua kehendak Tuhan baik adanya. Semoga pelayanan romo Fut di Banjarmasin menjadi kenangan yang indah.
Ramah Tamah
Setelah misa pukul 19.30 Wita, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Syalom. Para pengurus Dewan Pastoral Paroki, pengurus wilayah dan komunitas hadir dalam acara tersebut. Tak ketinggalan anak-anak yang dengan antusias mengikuti acara tersebut. Dengan dipandu oleh Bp. Andreas Sunarko selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki, diberikan kesempatan kepada Romo Allparis, Bp. Uskup, Romo Maratmo serta Romo Fut sendiri untuk menyampaikan kata sambutan.
Romo Allparis selaku pastor paroki yang telah bersama-sama dengan romo Fut selama 3 tahun 9 bulan mengungkapkan bahwa banyak hal yang dipelajari dari pribadi Romo Fut, antara lain: kedisiplinan, perhatian, sapaan dan kerendahan hati. Sementara itu Romo Maratmo selaku Provinsialat MSF Kalimantan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup, para pastor dan seluruh umat yang telah menerima Romo Fut dalam pelayanannya. Saat diberi kesempatan mengungkapan sesuatu, Romo Fut menyatakan bahwa selama 19 tahun menjadi pastor, meninggalkan paroki Santa Maria merupakan suatu keadaan yang sangat berat karena di paroki ini Romo Fut menemukan rekan-rekan pastor yang menyenangkan dan umat yang baik.
Selanjutnya diberikan kesempatan kepada umat untuk memberikan kenang-kenangan yang diwakili oleh para ketua wilayah. Acara ditutup dengan santap malam bersama. (smr)
Minggu, 03 Juli 2011
PENERIMAAN KOMUNI I PADA HR TUBUH & DARAH KRISTUS

Ekaristi Minggu pagi 26/6 merupakan hari yang istimewa bagi Paroki karena pada HR Tubuh & Darah Kristus tersebut sebanyak 45 anak telah menerimakan Sakramen Komuni I. Mereka sebelumnya telah dipersiapkan mengikuti pelajaran selama 6 bulan. Rm. Allparis dan Rm. Soni memberikan komuni 2 rupa (Hosti & Anggur) kepada anak-anak yang didampingi orang tuanya. Selesai perayaan Ekaristi dilanjutkan ramah tamah & makan siang di Aula Syalom.
Senin, 06 Juni 2011
TRIDUUM DEWAN PAROKI

Mengundang segenap Dewan Paroki Pleno periode lama (2008-2011) dan periode baru (2011-2014) untuk mengikuti "TRIDUUM DEWAN PAROKI SANTA PERAWAN MARIA YANG TERKANDUNG TANPA NODA" dengan Tema:
"TANGGUNG JAWAB PENGURUS DEWAN PAROKI DALAM REKSA PASTORAL BERSAMA PASTOR PAROKI"
Diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa s.d. Kamis / 7 s.d. 9 Juni 2011
Jam : 18.00 s.d. 22.20 wita, didahului Ekaristi dengan Novena Roh Kudus
Tempat : Aula Syalom, Kelayan Bjm
Narasumber : Romo Prof. Dr. Petrus Go Twan An,O.Carm
Mohon peserta membawa Kitab Suci & alat tulis.
Minggu, 05 Juni 2011
DOA NOVENA UNTUK MEMPEROLEH RAHMAT ALLAH ROH KUDUS
Ya Tuhan Allah Bapa Surgawi, dengan segenap hati kami memuliakan serta menghaturkan syukur kepada-Mu, karena karunia pesta Pentakosta, pesta terakhir sebelum kedatangan Putera-Mu. Engkau bukan hanya menciptakan langit dan bumi, melainkan juga mengutus Putera-Mu kepada kami yang berdosa.
Engkau telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan mengangkat-Nya naik ke surga yang tinggi. Akhirnya Engkau mencurahkan Roh Kudus dan Gereja-Mu yang muda itu Kaujadikan matang dan dewasa; Gereja-Mu yang tersembunyi itu Kaujadikan saksi yang nyata bagi-Mu. Dengan perantaraan Roh Kudus-Mu, Engkau hendak menulis nama Putera-Mu terkasih Yesus Kristus di dalam hati manusia.
Bapa dalam surga kami ini miskin lagi berdosa. Dari lembah kehinaan yang dalam kami berseru kepada-Mu; Janganlah Engkau mengambil Roh Kudus-Mu dari kami, sebab apabila Engkau mengambil Roh-Mu dari kami, maka kami menjadi mangsa kesepian hati kami sendiri. Kami mengucap syukur kepada-Mu, karena Roh Kudus itu telah Engkau curahkan ke atas kami. Dari sebab itu kami berdoa kepada-Mu, agar Roh-Mu yang kudus itu tetap giat bekerja dalam diri kami. Buatlah Gereja-Mu yang tersembunyi menjadi saksi-Mu juga di zaman kami ini dan Gereja-Mu yang diam, jadikanlah ia berbicara. jadikanlah manusia yang seolah-olah mati, manusia yang hidup dipenuhi Roh-Mu. Berilah kiranya, agar di kalangan kami juga semakin nyatalah suatu umat yang setia kepada ajaran para rasul-Mu, serta kerukunan hidup bersama dalam perayaan Ekaristi dan dalam doa.
Ya Roh Kudus, insafkanlah kami tentang dosa, tentang keadilan, dan tentang kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Terangilah hati kami, supaya kami dapat belajar mengenal Allah Bapa dan Yesus Kristus, Tuhan kami. Tabahkanlah hati kami di dalam perjuangan di dunia ini dan hantarkanlah kami ke dalam kemuliaan-Mu.
Amin.
Kamis, 10 Maret 2011
Surat Gembala Prapaskah 2011: MENJADI MANUSIA SEJATI SEPERTI YESUS

Kepada Para Imam, Biarawan-biarawati dan seluruh Umat Keuskupan Banjarmasin di mana pun mereka bertempat tinggal,
Salam sejahtera bagi Anda sekalian,
1. Masa Puasa atau Masa Prapaskah tahun ini dimulai pada hari Rabu Abu tanggal 9 Maret 2011 dan berakhir pada hari Minggu Paskah 24 April 2011. Masa untuk memenuhi kewajiban menyambut komuni pada Masa Paskah (perintah kelima dari “Lima Perintah Gereja”) berakhir pada hari raya Tritunggal Mahakudus tanggal 19 Juni 2011. Tema Masa Prapasakah 2011 ini ialah ”Pemberdayaan Kesejatian Hidup: Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri”. Dengan tema ini dibulatkanlah rangkaian tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang digumuli sejak tahun 2007 yaitu berturut-turut mengenai pemberdayaan hidup bersama dalam masyarakat, dalam komunitas, dalam keluarga dan dengan lingkungan hidup. Masyarakat, komunitas dan keluarga akan berdaya, hubungan dengan lingkungan hidup akan serasi, bersifat memelihara dan membangun apabila setiap pribadi kristiani menjadi insan yang memberdayakan dirinya, yang menyadari dan bangga akan martabatnya.
2. Selama Masa Prapaskah ini kita mengikuti pendalaman iman, membina sikap tobat, berpuasa dan berpantang, beramal kasih dan lebih tekun lagi dalam doa-doa kita. Semuanya untuk semakin menyadari dan mewujudkan jati diri kita yang sesungguhnya yaitu sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi yang diciptakan “menurut gambar-Nya” (Kej 1: 27) dan ditetapkan sebagai wali-Nya untuk menguasai, mengatur dan memelihara makhluk ciptaaan lainnya (Kej 1: 28; 2: 20). Martabat manusia yang sudah sedemikian luhur itu menjadi semakin paripurna dengan pembaptisan yang olehnya kita diangkat menjadi “anak-anak Bapa di sorga” (Mat 5: 45) dan karenanya dijelmakan oleh-Nya sebagai “bait Allah” dan “kediaman Roh Kudus” (1 Kor 3: 16)! Manusia dengan jati diri semulia itu dipanggil untuk menjadi “sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5: 48).
3. Kita patut bangga dan berbesar hati dengan martabat kristiani itu dan karenanya selalu tampil penuh percaya diri dan sukacita di mana pun dan kapan pun. Bagaimana mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga, komunitas gerejawi dan masyarakat umum? Ada berbagai macam cara. Pertama-tama dengan mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya yang setia dan bergaul secara mesra dengan-Nya setiap hari dalam penerimaan Sakramen-sakramen, doa-doa baik bersama mau pun secara pribadi dan dalam pengamalan kasih baik antar pribadi mau pun dalam komunitas. Siapa bergaul dengan Yesus akan memantulkan sinar kemuliaan Yesus dari wajahnya dan akan mengamalkan kasih-Nya dengan tekun dan penuh sukacita. Orang yang dengan setia mendengarkan Sabda Yesus akan semakin erat bersatu dengan-Nya dan semakin menikmati kebersamaan dengan Yesus dalam penerimaan Sakramen-sakramen khususnya Ekaristi dan Sakramen Tobat. Manusia yang mendengarkan sabda Yesus, menjadi anak Allah. Ia berubah rupa! Dalam dirinya, egoisme diganti dengan kasih, kesedihan dengan sukacita, kegelisahan dengan kedamaian, amarah dengan kesabaran, sifat cuek acuh tak acuh dengan kepedulian dan perhatian, ingkar janji dengan kesetiaan, kekerasan dengan kelemahlembutan, nafsu liar dengan pengendalian diri. Wajah Yesus yang berubah di atas gunung (Mrk 9: 3) adalah gambaran wajah setiap orang beriman yang berubah karena mengikuti Yesus dengan tekun dan setia sampai akhir. Wajah manusia beriman memantulkan wajah Yesus dan wajah Yesus pada gilirannya memantulkan wajah Allah Bapa sendiri!. Sungguh indah jati diri kita sebagai orang beriman kristiani.
4. Akhir-akhir ini masyarakat kita didera dengan banyaknya pertikaian, permusuhan dan bahkan konflik berdarah. Salah satu penyebabnya ialah semakin tegasnya perbedaan mencolok antara kelompok masyarakat yang sudah menikmati berkat dari Ibu Pertiwi dan Tanah Air yang kaya raya dan sebagian anggota masyarakat yang masih terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Antara mereka yang dengan mudah memperoleh secara berlimpah-limpah hasil-hasil pembangunan dan sebagian rakyat yang makin terpinggirkan bahkan sering tertindas tanpa kemampuan, daya dan kesempatan untuk lepas dari lilitan jerat kemiskinannya. Muncullah di tengah masyarakat rasa tidak puas yang tinggi yang pada gilirannya membuahkan kecurigaan, kecemburuan bahkan kedengkian antar kelompok yang pada gilirannya dengan mudah melahirkan konflik, perselisihan, amuk massa, tawuran yang tidak jarang berdarah-darah. Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, kita terpanggil untuk ikut serta bersama dengan segala unsur masyarakat dan anak bangsa lainnya untuk mencarikan solusi bagi persoalan-persoalan yang timbul di tengah-tengah bangsa dan masyarakat kita. Kita harus menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari persoalan bangsa dan masyarakat.
5. Jati diri murid-murid Yesus mewajibkan kita untuk mendobrak setiap lingkaran kejahatan termasuk permusuhan, penindasan dan pengucilan terhadap pihak yang lemah dengan perbuatan kasih. Hidup bersama dalam keluarga, komunitas atau masyarakat seringkali ditandai dengan kekerasan. Bahasa yang dipakai adalah “pihak yang kuat terhadap yang lemah”, “pemenang atas pecundang”, “kebencian dibalas dengan kebencian”, “kekerasan dilawan dengan kekerasan”. Yesus, Manusia sejati, merintis jalan bagi para pengikut-Nya dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dengan menunjukkan kasih kepada orang-orang yang menindas, membenci bahkan mengancam kita. Dengan berlaku kasih, juga kepada orang-orang yang memusuhi kita, kita mewujudkan dan membuktikan bahwa kita adalah “anak-anak Bapa di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5: 45). Manusia sejati, anak-anak Allah, murid-murid Yesus selalu mencoba mengatasi kejahatan dengan kebaikan, melawan kebencian, penindasan dan permusuhan dengan kasih! Bagaimana cara melakukannya sangat ditentukan oleh situasi konkrit yang dihadapi. Itulah yang menjadi pergumulan dan bahan pendalaman kita selama Masa Prapaskah.
Selamat menjalani Masa Prapaskah yang penuh rahmat ini dalam semangat tobat dengan laku tapa dengan berpuasa dan berpantang, dengan doa dan amal kasih. Tuhan memberkati kita semua!
Diberikan di Banjarmasin pada Pesta Takhta Santo Petrus Rasul, 22 Februari 2011
+PETRUS BODDENG TIMANG
Uskup Keuskupan Banjarmasin
Rabu, 02 Maret 2011
PEMILIHAN KETUA DEWAN PAROKI 2011-2014
Memulai babak baru kepengurusan Dewan paroki Periode 2011-2014, komite Pemilihan Umum ketua DP, tgl 2 Maret 2011, menggelar penetapan kandidat Ketua Dewan. Acara ini dilaksanakan bersamaan dengan Rapat dewan paroki pleno.
Dari 32 calon yang diajukan oleh setiap komunitas akhirnya terpilih 5 kandidat berdasarkan mekanisme pemilihan para ketua komunitas dan Ketua wilayah. Selanjutnya mereka akan dipilih secara langsung oleh umat tgl 19 & 20 Maret 2011 seusai perayaan Ekaristi.
Mereka adalah :
- Fransiskus Antonius junaedi
- Agustinus Saidi
- venansius Genggor
- Aloysius Pramono
- Andreas Sunarko
Senin, 13 Desember 2010
RANGKAIAN NATAL 2010
Bazar & Sinterklas
Menyambut Natal 2010 dan menanggapi keperluan bahan-bahan murah untuk persiapan Natal umat paroki , maka pada Sabtu-Minggu, 11-12 Desember 2010 di halaman paroki Kelayan digelar acara Bazar. Acara yang dikoordinir oleh KOMKA ini menggelar penjualan berbagai macam keperluan rumah tangga dan makanan mulai dari sembako, susu, mie instan, sabun, shampoo, dll.
Sementara Bazar berlangsung, pada hari Minggu, 12 Desember 2010 pukul 09.00 Wita setelah Misa Minggu pagi, di Aula Syalom berlangsung acara “Ceria bersama Sinterklas.” 200-an anak telah memegang tiket untuk mengikuti acara ini. Anak-anak tersebut mendapatkan bingkisan dan diberi kesempatan untuk berfoto bersama Sinterklas.
Agenda Rangkaian Natal
Agenda Rangkaian Natal Paroki Kelayan berikutnya:
16 Desember 2010, pk 18.00 Wita: Sakramen Tobat di Gereja
19 Desember 2010, pk 09.30 Wita: Kurve Lingkungan Gereja dan Donor Darah
24 Desember 2010, pk 20.00 Wita: Misa Malam Natal
25 Desember 2010, pk. 08.00 Wita: Misa Hari Raya Natal
26 Desember 2010, pk. 08.00 Wita: Misa Pesta Keluarga Kudus & Misa Natal Lansia, dilanjutkan ramah tamah di Aula Syalom.
31 Desember 2010, pk 18.00 Wita: Misa Tutup Tahun 2010
1 Januari 2011, pk. 08.00 Wita: Misa Tahun Baru 2011
MISA PERINGATAN PELINDUNG PAROKI
“Di beberapa negara, perayaan pelindung gereja dirayakan secara besar-besaran, bahkan bisa lebih besar dibanding peringatan ulang tahun gereja. Namun saya melihat umat yang hadir pada misa sore hari tidak jauh berbeda dengan umat yang biasa hadir pada misa harian sore” demikian ugkapan romo Lioe Fut Khin, MSF di awal homili misa Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda pada hari Rabu, 8 Desember 2010 yang dimulai pukul 18.00 Wita. Misa peringatan pelindung paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda saat itu dipimpin oleh Romo Allparis, Pr didampingi Romo Lioe Fut Khin, MSF dengan petugas liturgy dari anggota Legio Maria dan koor oleh Wilayah Lucia.
Lebih lanjut, dalam homilinya romo Fut menguraikan Injil pada hari itu yang diambil dari Lukas 1:26-38. Malaikat yang datang pada Maria mengatakan, “Salam, engkau yang dirahmati. Tuhan sertamu….” Arti rahmat yang disampaikan malaikat itu adalah Allah sendiri. Allah beserta Maria. Lawan kata dari rahmat adalah dosa, sehingga orang yang penuh rahmat berarti tidak ada dosa dalam dirinya. Rahmat adalah anugerah Allah dan bukan usaha manusia. Maria sudah menerima anugerah Allah sejak dari kandungan. Hal ini tercermin dalam “Magnificat” yang mengungkapkan sikap Maria yang penuh syukur dan rendah hati.
Sebagai umat paroki yang berlindung pada Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, kita boleh berbangga dan meneladan Bunda Maria dengan cara membuka hati kita untuk menerima rahmat dari Allah. Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mohon pada Tuhan agar bisa terbuka kepada rahmat itu dan meneladan Bunda Maria serta mengikuti Yesus, Puteranya. (smr)
Selasa, 12 Oktober 2010
SIAPA SANG TERTAHBIS?

Mengenal Diakon Yohanes Susilohadi, Pr.
Motto Tahbisan Imam:
“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini.
Karena itu kami tidak tawar hati.”
( 2 Korintus 4:1)
Riwayat Hidup Singkat:
Nama : Diakon YOHANES SUSILOHADI
Tempat/Tgl. Lahir : Serang, 1 November, 1978
Paroki Asal : Gereja “Hati Kudus Tuhan Yesus,” Ganjuran, Bantul, Yogyakarta.
Orang tua: Ayah : Paulus Sukiman
Ibu : (Alm) Tarcisia Sutiyati
Anak ke 5 dari 5 bersaudara
Pendidikan Formal:
TK : “Mardiyuana”, Jln. Raya Serang No. 78, Cilegon, Banten. Selesai tahun 1985
SD : “Kanisius”, Kanutan I, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Selesai tahun 1992
SMP : “Kanisius”, Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul Yogyakarta. Selesai tahun 1995
SMK : SMK “Putra Tama” Bantul, Yogyakarta. Selesai tahun 1998
Pendidikan Calon Imam:
1999-2001 : Seminari Menengah: Stella Maris , Bogor.
2001 : Tahun Rohani Interdiosesan di Malang.
2002-2006 : Seminari Tinggi Interdiosesan “Beato Giovanni XXIII” Malang.
2002-2006 : S1-Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Widya Sasana”, Jln. Terusan Rajabasa, Malang.
2008-2010 : S2-Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Widya Sasana”.
18 Agustus 2007 : Lektor Akolit di Kapel Susteran Congregatio Passionis Malang
Tahun Pastoral:
Januari 2007- Juli 2007 : Paroki “Stella Maris”, Sungai Danau.
Juli 2007 – Mei 2008 : Paroki “St. Vinsensius De Paul”, Batulicin.
Mei 2008 – Agustus 2008 : Paroki “Ave Maria”, Tanjung.
Tahbisan Diakon:
11 Februari 2010 di Gereja Katedral Ijen “Santa Perawan Maria Bunda Karmel” Malang, Jawa Timur.
Pemberi Tahbisan Diakon : Mgr. H. Yoseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm
Februari 2010-Juli 2010 : Masa Diakonat di Paroki “St. Antonius Padova” Pasuruan, Jawa Timur.
Juli 2010-Oktober 2010 : Masa Diakonat di Paroki “Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda,” Kelayan, Banjarmasin
TAHBISAN IMAM
Minggu, 04 April 2010
PASKAH PAGI & AGAPE

PERAYAAN PASKAH PAGI
Minggu, 4 April 2010 pukul 08.00 Wita dilaksanakan perayaan Paskah pagi yang dilanjutkan dengan agape atau makan bersama seluruh umat paroki Kelayan. Perayaan dimulai dengan perarakan misdinar, petugas liturgi dan romo Lioe Fut Khin, MSF serta romo Allparis, Pr. Koor dibawakan oleh Wilayah Elisabeth. Umat yang kebanyakan anak-anak memenuhi seluruh bangku gereja.
Dalam homilinya romo Allparis menyatakan bahwa sebenarnya dalam Kitab Suci tidak tertulis adanya telur dalam perayaan Paskah. Tradisi ini diambil karena dalam telur mengandung kehidupan.
Dalam bacaan Injil dinyatakan bahwa pagi-pagi Maria Magdalena mendatangi kubur Yesus dan mendapati kubur Yesus kosong. Saat melihat batu penutup kubur terbuka, mereka menyimpulkan bahwa jenazah Yesus diambil orang. Mereka kemudian masuk, melihat dan percaya tapi belum memahami atau menangkap isi Kitab Suci yang menyatakan bahwa putra manusia akan bangkit pada hari ketiga.
Refleksi peristiwa tersebut di atas bagi kita adalah apakah kita mampu melihat tanda-tanda kehadiran Allah yang hidup dalam peristiwa-peristiwa kecil sekalipun. Dengan Paskah kita diajak untuk menyadari bahwa Yesus ada dan hidup dalam diri kita masing-masing, keluarga kita dan masyarakat. Dalam gereja tidak diakui adanya perceraian. Meskipun telah hidup terpisah bahkan pasangannya telah menikah lagi, gereja tetap mengakui bahwa perkawinannya masih sah. Suka duka dalam kehidupan keluarga harus dipahami bersama. Kebangkitan Yesus adalah saat di mana kita mampu melihat Yesus yang hadir dalam suka duka hidup kita.
Homili ditutup dengan suatu harapan, semoga dengan Paskah, kita belajar dan memahami bahwa Yesus hadir dalam seluruh perjuangan kita dan keluarga kita.
PEMBAGIAN TELUR PASKAH dan AGAPE
Setelah perayaan ekaristi selesai, panitia mengajak seluruh umat untuk makan bersama-sama di halaman parkir gereja. Sementara itu anak-anak diminta berkumpul di Aula Syalom untuk dibagi telur dan kupon es krim. Nampak umat dengan akrab saling mengucap Selamat Paskah, berbincang dan bercanda sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh masing-masing wilayah dengan diirngi lagu-lagu dari band KOMKA. Acara berakhir pukul 11.30 Wita. (smr)
Malam Paskah: "Perwujudan Kesejatian Hidup dalam Keluarga"

Sabtu, 3 April 2010 pukul 20.00 Wita di Paroki Kelayan dilaksanakan perayaan Malam Paskah untuk merayakan kemenangan Yesus atas maut. Perayaan ekaristi dipimpin oleh romo Allparis, Pr dan romo Lioe Fut Khin, MSF. Satu jam sebelum perayaan dimulai umat telah memenuhi gereja hingga yang datang kemudian harus duduk di luar dan pendopo Santo Yosef.
Perayaan Malam Paskah dibagi dalam 4 bagian, yaitu:
1. Upacara Cahaya: romo Allparis dan romo Lioe Fut Khin memberkati api di depan pintu gereja, dan kemudian memberkati lilin Paskah yang menyala. Selanjutnya nyala api dari lilin tersebut menjalar ke lilin yang dipegang oleh umat.
2. Liturgi Sabda: Diambil 3 bacaan dari Perjanjian Lama dan 1 bacaan epistola.
3. Liturgi Baptis: Upacara pemberkatan Air Baptis dan Pembaharuan Janji Baptis.
4. Liturgi Ekaristi
Dalam homili pada malam itu, romo Lioe Fut Khin mengungkapkan bahwa perayaan malam Paskah penuh dengan symbol, di antaranya:
1. Lilin Altar
Lilin altar baru dinyalakan setelah bacaan-bacaan dari Perjanjian Lama selesai dibacakan. Seharusnya ada 7 bacaan Perjanjian Lama, tapi di paroki Kelayan mengambil 3 bacaan. Setelah lilin altar dinyalakan, Perjanjian Baru dibacakan sebagai symbol Yesus yang dikorbankan telah hadir di altar.
2. Alleluya dinyanyikan secara meriah sampai 3 kali
Selama masa Pra-Paskah dari Rabu Abu sampai Jumat Agung, tidak ada lagu Alleluya. Pada malam Paskah Alleluya dinyanyikan secara meriah sebagai symbol bahwa kita boleh bersorak dan bersuka cita.
Makna Paskah :
Karena cinta seseorang mengalami penderitaan. Makin besar cinta yang dimiliki, makin besar penderitaan yang dialami, seperti Yesus yang telah mencintai sehabis-habisnya untuk kita hingga Dia mengalami penderitaan yang luar biasa. Kita pun diciptakan karena Tuhan mencintai kita. Dia ingin kita juga mencintai karena hidup tanpa cinta tak kan berarti apa-apa.
Dalam doa jalan salib selama masa Pra-Paskah, pada perhentian ke-14 dinyatakan, “Cinta Yesus mengalahkan maut.” Cinta Yesus lebih kuat dari segala penderitaan yang dialami-Nya dan kuasa kegelapan tidak mampu mengalahkan cinta-Nya. Yesus menghendaki agar kita, yang telah ditebus-Nya memiliki dan dimampukan untuk mencintai.
Dalam Surat Gembala masa Pra-Paskah, kita diajak untuk bertobat dan kembali pada keluarga. Doa jalan salib, Pendalaman Iman, renungan juga berkaitan dengan tema itu. Kalau umat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut maka pada malam Paskah ini akan terjadi kebangkitan dalam keluarga, seperti:
- Yang tidak setia pada pasangan akan kembali ke keluarga dengan mencintai, berkorban, mengalahkan diri sendiri dan memulai hal-hal baru yang lebih baik bersama keluarga.
- Relasi antar anggota keluarga yang sebelumnya tidak akrab diubah dengan mengutamakan dan mengusahakan relasi yang akrab. Malam ini merupakan saat untuk meningkatkan dan memperbaiki hidup keluarga sehingga lebih baik dan bermutu.
Perayaan Paskah merupakan perayaan iman yang menjamah hati kita masing-masing. Untuk itu marilah kita mohon agar Paskah mala mini merupakan kesempatan yang indah untuk memulai hidup bersama dan hidup dalam keluarga.
Setelah Doa Penutup diberikan kesempatan kepada Ketua Panitia, Bp. M.Daryanto untuk memberikan sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dewan yang diwakili oleh Ketua II, Ibu Gaby Siantori dan ditutup oleh romo Allparis.
Pukul 22.30 Wita, perayaan Malam Paskah telah berakhir, namun umat tidak segera meninggalkan gereja. Mereka saling mengucapkan Selamat Paskah. (smr)
Sabtu, 03 April 2010
JUMAT AGUNG: Mengenang Sengsara dan Wafat Yesus Kristus

Jumat,2 April 2010, jam 15.00. Altar dan panti imam bersih dari hiasan, Salib besar tertutup kain ungu. Jumat Agung di awali dengan tiarapnya Rm. Paris di depan altar dan berlututnya seluruh umat untuk memulai misa sore hari ini. Dalam suasana syahdu dan hening tersirat warna liturgi merah tanda untuk memulai sebuah kemenangan atas dosa.

Kamis, 01 April 2010
KAMIS PUTIH : Makin Mencintai Ekaristi

Perayaan ekaristi Kamis Putih yang dilangsungkan pada 1 April 2010 di paroki Kelayan dimulai pada pukul 19.00 dipimpin oleh romo Allparis dan didampingi oleh romo Lioe Fut Khin. Koor dibawakan oleh wilayah Lucia dan para rasul diwakili oleh perwakilan umat.
Perarakan misdinar, 12 rasul, petugas liturgi dan romo mengawali perayaan ekaristi dengan diiringi lagu “Ajarilah kami Tuhan Bahasa Cinta Kasih.” Umat yang hadir dalam perayaan ekaristi untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya itu memenuhi seluruh bangku di dalam gereja, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.
Seiring dengan bacaan Injil yang dinyanyikan oleh romo Fut, romo Allparis membasuh, membersihkan dan mencium kaki para rasul sebagai simbol ajaran Yesus untuk saling melayani. Dalam homilinya, romo Fut menyatakan bahwa pada malam itu, kita diajak untuk memperingati perjamuan Yesus bersama murid-muridnya sekaligus sebagai awal munculnya ekaristi.
Selanjutnya romo Fut menguraikan hubungan antara Paskah Yahudi dan Paskah umat Katolik. Paskah Yahudi dirayakan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir, dimana anak sulung bangsa Israel dapat selamat karena ada darah anak domba yang dioleskan di pintu. Sebagai orang Yahudi, Yesus pun mengikuti tradisi dengan mengadakan perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya. Namun dalam perjamuan saat itu ada yang menyimpang dari tradisi, yaitu waktu mengambil roti dan anggur, Yesus mengatakan, “Inilah Tubuh dan darahKu.” Ini menjadi dasar terbentuknya ekaristi dengan mengganti anak domba dengan diri-Nya. Apa yang dilakukan Yesus adalah kurban. Secara simbolik Ia memberikan diri-Nya dengan mati di salib. Jadi Paskah umat Katolik adalah Paskah Yesus yang bangkit dan Allah yang menyelamatkan manusia melalui wafat dan kebangkitan-Nya.
Ekaristi dalam iman Katolik merupakan puncak iman dan sakramen Katolik. Dalam gereja Katolik dikenal 7 macam sakramen. Sakramen baptis, tobat, perkawinan, krisma, minyak suci, imamat dibuat untuk menuju dan mengalir dari sakramen ekaristi. Sebagai orang Katolik, kita harus bangga memiliki ekaristi karena Tuhan berkenan hadir secara nyata dalam hidup kita. Malam ini kita diingatkan bahwa kita memiliki kekayaan yang luar biasa dalam gereja Katolik. Tuhan memberikan diri-Nya karena mencintai kita.
Menutup homili, romo Fut mengajak umat untuk makin mencintai ekaristi dan bangga sebagai orang Katolik. Tri Hari Suci merupakan perayaan iman Katolik dan kita diajak untuk menghayati arti penebusan Tuhan bagi manusia.
Perayaan Ekaristi diakhiri dengan perarakan Sakramen Maha Kudus dari gereja menuju Gua Maria dan ditahtakan disana. Selanjutnya secara bergilir umat, berdasarkan wilayah dan kelompok kategorial, berdoa dan berjaga mengenang kembali Yesus yang berdoa ditemani para rasul di Taman Getsemani menjelang penyaliban-Nya. (smr)Senin, 29 Maret 2010
MINGGU PALMA : Bersedia Mengikuti Tuhan Yesus dalam Penderitaan-Nya
Minggu pagi, 28 Maret 2010, perayaan Ekaristi Minggu Palma di awali dari halaman depan Gua Maria. Perarakan pastor, misdinar dan petugas liturgi disambut umat dengan daun palma di tangan. Rm. Al. Lioe Fut Khin, MSF berkeliling memberkati daun palma yang melambai-lambai menyuarakan suasana “Yerusalem Lihatlah Rajamu.” Injil Lukas (19:28-40) dibacakan Romo, dan perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan perarakan menuju gereja.
Pesan Minggu Palma
Dalam homili singkat, romo Fut menyatakan bahwa umat Katolik membuka pekan suci dengan Minggu Palma. Pekan Suci merupakan pekan penderitaan untuk mengenangkan sengsara Yesus. Apa yang dialami dan dilakukan Yesus dalam sengsara merupakan tawaran bagi kita, “Inilah jalan menuju Bapa” Bila kita menerima tawaran itu berarti kita mengikuti Yesus dalam penderitaan-Nya.
Minggu Palma bukanlah upacara yang menyusahkan umat di mana umat harus mengikuti perayaan ekaristi yang lebih lama dari biasanya dan capai berdiri di luar sebelum masuk ke dalam gereja. Dalam upacara Minggu Palma kita diajak untuk memperagakan sedikit apa yang dialami Yesus. Sebenarnya sejak Rabu Abu kita mau mengikuti Yesus dalam penderitaan-Nya dan bukan cari-cari masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari, derita mengikuti Yesus dapat kita alami kapan saja, sebagai contoh:
- Derita dialami oleh seorang istri yang setia dan penuh cinta merawat suaminya yang sakit selama bertahun-tahun.
- Derita dialami oleh suami yang ingin mempertahankan perkawinan dengan meminta maaf meskipun berkali-kali ditolak oleh sang istri.
- Derita juga bisa dialami oleh pegawai yang tidak bisa naik pangkat karena dia seorang pengikut Yesus.
Penderitaan seringkali membuat seseorang makin dekat dengan Yesus. Namun tidak selalu demikian. Ada beberapa macam penderitaan yang dialami manusia:
1. Penderitaan karena dosa
Contoh: Pencuri yang dipukuli massa.
2. Penderitaan karena orang lain
Contoh: Ayah dan ibu yang bekerja keras untuk membiayai anak-anaknya.
Yesus dan Musa mengalami hal ini.
3. Penderitaan karena misteri atau penderitaan yang tiadak diketahui apa sebabnya.
Contoh: Orang yang mengalami sakit kanker, kena musibah atau bencana alam, dst.
Bila dalam penderitaan seseorang tetap setia dan imannya teruji seperti Ayub maka penderitaan itu membuat seseorang makin dekat dengan Tuhan.
Menutup homili, romo Fut mengajak umat dalam pekan suci untuk mengikuti Tuhan dalam penderitaan-Nya agar mengalami berkat dan rahmat yang semakin besar. (smr)
