Kamis, 26 Maret 2009

FRATER PRAJA ORIENTASI DI PAROKI KELAYAN


“Saya tiba di Banjarmasin, hari Selasa 17 Maret 2009,” begitu kata  FR. HENRY SUSANTO SUMAPODE, yang biasa dipanggil FR. ANTO. Terlahir di Tahuna (Manado), 22 Oktober 1982 memutuskan untuk menapaki panggilan imamat. Lebih lanjut Fr. Anto menjelaskan.“Saya berada di Paroki Kelayan untuk melakasanakan  tugas orientasi agar saya bisa lebih mengenal keadaan keuskupan Banjarmasin sekaligus belajar menjadi Imam dari kedua imam yang ada di paroki ini dan belajar dari umat tentang banyak hal yang berkaitan dengan pembinaan diri sebagai seorang calon imam praja.” Orientasi Fr. Anto di Paroki kita nantinya kurang lebih 3 bulan. Mengapa orientasi disini frater? “Tugas orientasi ini dilatarbelakangi oleh niat saya untuk berkarya di keuskupan banjarmasin, sehingga saya memutuskan untuk melamar menjadi calon imam keuskupan Banjarmasin,” jawabnya mantap, “Dulu saya dididik di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng-Manado, namun saya tertarik melamar di Banjarmasin karena saya melihat keuskupan ini sungguh memiliki imam praja yang masih sangat minim sehingga saya tetarik untuk melayani keuskupan ini.” Selamat berkarya Frater Anto, kami akan mendukung menjadi salah satu gembala kami ! (zo)

JADWAL PEKAN SUCI 2009

Misa Minggu Palma pagi, 5 April 2009 pukul 07.30 wita

-   Pintu gereja ditutup, umat berkumpul di depan Gua Maria.

-   Pemberkatan daun palma di depan Gua Maria.

-   Perarakan dari Gua Maria ke dalam gereja. Pasio dibacakan.

-   Dimohon umat membawa daun palma dan mengikuti seluruh rangkaian misa dari depan gua sampai di gereja.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Minggu Palma sore, 5 April 2009, pukul 18.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Pemberkatan daun palma di dalam gereja. Pasio dibacakan.

-   Dimohon umat membawa daun palma.

Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja

 

Misa Kamis Putih, 9 April 2009, pukul 18.00 wita

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

-   Perarakan Sakramen Maha Kudus dari gereja menuju Gua Maria dan pentahtaan Sakramen Maha Kudus ada di Gua Maria dilanjutkan Tuguran.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Tablo Jalan Salib, 10 April 2009, pukul 08.00 wita

-   Tablo dimainkan oleh KOMKA dan REMAKA di halaman SDK Santa Maria

-   Umat langsung ke halaman SDK Santa Maria

Parkir : Semua kendaraan di halaman gereja

 

Misa Jumat Agung, 10 April 2009, pukul 15.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Disediakan tempat kolekte di pintu gereja sebelum misa dimulai.

-   Pasio dinyanyikan.

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

-   Diberikan kesempatan pada umat membawa benda-benda rohani & bunga tabur untuk diberkati.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Malam Paskah, 11 April 2009, pukul 20.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Disediakan tambahan tempat duduk umat di halaman depan, pendopo Santo Yosef dan Aula Syalom.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

 

Misa Paskah Pagi, 12 April 2009, pukul 08.00 wita

-   Umat langsung masuk gereja.

-   Ada pembagian telur untuk seluruh anak-anak yang hadir dalam misa.

-   Setelah misa, seluruh umat dimohon untuk mengikuti santap bersama (agape) di halaman belakang gereja.

Parkir : Semua kendaraan di SDK Santa Maria

Kamis, 26 Februari 2009

PERATURAN PANTANG DAN PUASA 2009

1.   Hari Puasa tahun 2009 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 25 Februari, dan Jumat Agung tanggal 10 April. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.

2.   Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.

 

3.   Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok.

      Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya oleh seluruh keluarga, atau seluruh Iingkungan, atau seluruh wilayah, ditetapkan cara puasa dan pantang lebih berat, yang dirasakan Iebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Tentu saja ketetapan yang dibuat sendiri tidak mengikat dengan sanksi dosa.

 

4.   Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersarna-sama mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, meditasi, dan sebagainya.

 

5. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaskah ialah Aksi Puasa Pembangunan atau APP, yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak pembaharuan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak peningkatan solidaritas pada tingkat paroki. keuskupan dan nasional.


Sumber: Media Keuskupan, Februari 2009



SURAT GEMBALA PRAPASKAH TAHUN 2009


Pemberdayaan Kesejatian Hidup

“Pemberdayaan Hubungan antar Umat Beriman”


Salam dan Berkat Apostolik!

 

Bapa-Ibu, saudara-saudari, 

Para Pastor, suster, bruder dan Frater serta seluruh umat di Keuskupan Banjarmasin yang terkasih.

 

1.       Kita baru saja menyelesaikan Muskerpas yang membicarakan beberapa hal yang perlu untuk arah dan rencana kerja kita ke depan, terutama untuk tahun 2009 ini. Di dalamnya diperhatikan masalah perutusan ke daerah Meratus yang menantang kita sebagai satu komunitas untuk terlibat membantu saudara-saudara kita yang “jauh” baik secara geografis maupun secara sosial budaya. Masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan terutama mendampingi mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warganegara menjadi suatu perkerjaan yang mau tidak mau harus melibatkan semua pihak, mulai dari Komisi-komisi yang menjadi perangkat kerja keuskupan, kelompok-kelompok kategorial, kaum religius dan semua paroki serta seluruh umat.


 2.       Demikian juga dengan masalah kesehatan pada umumnya khususnya rencana program pemberantasan malaria dan HIV AIDS  yang menjadi sorotan dunia saat ini di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan. Salah satu keputusan Muskerpas mengajak kita juga untuk terlibat, bukan saja karena kita berada di sini, tetapi terutama sebagai wujud kepedulian kita terhadap penderitaan sesama dan sedapat mungkin membantu banyak orang keluar dari jerat penderitaan tersebut.


 3.       Bukanlah suatu kebetulan bahwa tema APP kita tahun ini mengajak kita merefleksikan hubungan kita sebagai umat beriman yang berada ditengah-tengah kemajemukan. Kemajemukan ini menjadi suatu berkat bagi semua pihak yang terbuka dan berkehendak baik, karena dengan ini kita akan semakin diperkaya. Kita semua menghadapi masalah yang sama, masalah kemiskinan dan pemiskinan, masalah ketidakadilan dan lingkungan hidup, masalah saling curiga dan mementingkan kelompok, maka kita diajak untuk terbuka dan berani mengasihi, bahkan terutama mereka yang membenci kita (lih. Luk 6:32). Dengan mengasihi maka menjadi nyatalah bahwa kita mengenal Allah yang adalah kasih, sebab “barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah” (1 Yoh 4:8).


 4.       Dalam kasih itulah kita mau dan terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak, bukan saja ini akan meringankan pekerjaan kita satu sama lain, tetapi terutama rahmat yang tersembunyi di balik itu ialah kita akan semakin menyadari bahwa kita semua adalah saudara, dan bahwa kita saling membutuhkan dan dengan demikian kesejatian hidup yang didambakan semua orang akan menjadi semakin nyata, yakni sebagai citra Allah.


 5.       Rabu (25/02) adalah Hari Rabu Abu. Pada hari itu kita memasuki masa Prapaskah, masa puasa dan pantang. Kita ingin menjalani masa puasa dan pantang ini secara benar. Memang berpuasa dan berpantang menyangkut hal mengurangi makan dan minum. Namun intinya adalah pertobatan, kembali kepada Tuhan dan jalan-Nya serta mencari kesempatan untuk mewujudkan iman kita dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan tanda-tanda jaman. Salah satu tanda jaman yang amat jelas sekarang ini adalah rusaknya persaudaraan yang sejati. Hal ini mungkin akan diperparah menjelang dan selama pemilihan umum yang akan datang. Karena itulah dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan, pada lingkup nasional tahun ini, kita diajak untuk mendalami tema “Kesejatian Hidup Dalam Pemberdayaan Hubungan antar Umat beriman”. Pada lingkup Keuskupan kita, kita diajak mengembangkan pemikiran dan gerakan “siap diutus membawa kasih.” Pertama-tama diutus “ke dalam Komunitas” untuk mengalami kasih Tuhan, dan kemudian “ke luar” membawa kasih itu ke dunia yang membutuhkannya.


 6.       Kesempatan ini juga menjadi kesempatan bagi kita selama masa Prapaska untuk mempersiapkan diri kita menyambut perayaan Paskah, perayaan dasar iman kita. Sambil merenung dan refleksi kita membangun niat untuk melakukan yang lebih baik lagi bagi Tuhan dan sesama, maka hasil APP yang kita kumpulkan menjadi wujud nyata niat baik kita itu, yang nanti setelah dikumpulkan akan dikirimkan 30% ke KWI dan 70% untuk menunjang rencana kerja kita ke Meratus dan peningkatan sosial ekonomi mereka yang sangat membutuhkannya.


 7.       Akhirnya, saya mengajak agar sejauh mungkin Bapak/Ibu/Para Pastor/Suster/ Bruder dan Saudara sekalian ikut hadir dan terlibat dalam pertemuan-pertemuan di Komunitas masing-masing dalam rangka masa Prapaskah ini. Semoga dengan demikian persaudaraan semakin diteguhkan. Yang karena berbagai alasan tidak mungkin hadir dalam pertemuan-pertemuan seperti itu, diharapkan juga dapat mengisi masa penuh rahmat m secara kreatif. Terima kasih atas segala bentuk peran serta dan keterlibatan dalam pelayanan di paroki maupun di Keuskupan. Berkat Tuhan melimpah untuk keluarga-keluarga dan komunitas kita. Dan semoga Tuhan meneguhkan persaudaraan pekerjaan, pengabdian dan seluruh niat-niat baik kita.

 

Banjarmasin,  25 Februari 2009


 Mgr. Petrus Boddeng Timang

Uskup Keuskupan Banjarmasin


Rabu, 25 Februari 2009

PERAYAAN EKARISTI KELUARGA BLN FEBRUARI 2009

        Perayaan ekaristi keluarga di bulan Februari 2009 diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2009. Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut,  delapan pasang suami istri yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan di bulan Februari diberikan berkat khusus dan memperbaharui janji perkawinan. Mereka adalah: Merry-Koco, Hiana-Redy, Ratna-Anton, Andri-Basuki, Lia-Willy, Rosa-Pangky, Lian-Sindhu, Pie-Djemie.

        Dengan mengambil bacaan Kitab Suci dan Injil pada hari itu, yakni dari Kitab Kejadian 3:1-8 dan Markus 7:31-37, dalam homilinya romo Fut menggarisbawahi kalimat “ Ia menjadikan segala-galanya baik.” Dalam Injil Markus dinyatakan bahwa orang-orang takjub pada Yesus dan akan karya-Nya. Kalimat itu juga ada dalam kisah penciptaan (Kej 1:31). Allah telah membuat segala sesuatunya amat baik, namun dosa manusia telah merusak segalanya. Dosa Adam dan Hawa adalah pada motivasi atau ambisi mereka ingin menjadi seperti Allah. Dosa ini kemudian berulang-ulang dilakukan oleh manusia sampai sekarang dalam bentuk kesombongan, keegoisan, dsb. Namun Yesus melakukan yang sebaliknya, yakni merendahkan diri sehabis-habisnya. Dalam hal demikian sangat baik bagi kita untuk berbuat seperti Yesus dalam hal kerendahan hati, kesempurnaan dan kasih.

        Dalam hidup berkeluarga, bila ada pertengkaran itu berarti dosa asal terulang kembali karena kita hanya memikirkan diri sendiri, egois dan mau menang sendiri.

        Orang tercengang akan Yesus karena Ia menjadikan segala-galanya baik. Kalau kita mengundang Yesus dalam keluarga kita, Ia akan menjadikan segalanya baik.

         Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk mendoakan pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan agar makin diteguhkan dan dapat menjadi saksi-saksi Kristus.

         Setelah homili, romo Fut mengundang pasangan yang merayakan ulang tahun perkawinan di bulan Februari untuk memperbaharui janji perkawinan.

(smr)

Selasa, 27 Januari 2009

PERTUNJUKAN BARONGSAI OLEH KOMKA


Usai misa Imlek (26/1/09) umat berkumpul di halaman belakang gereja untuk menyaksikan pertunjukan barongsai yang dimainkan oleh Komunitas Muda Katolik (KOMKA) Paroki, dalam usaha mereka untuk menghimpun dana pengadaan peralatan band. Umat mengelilingi tempat atraksi barongsai sambil menyodorkan angpau yang ditalikan dibilah pancing. Barongsai akan beratraksi “berdiri” melonjak, satu persatu angpau dilahap oleh 2 barongsai besar ditambah 1 barongsai kecil yang dimainkan secara bergantian oleh Bisma, Aristo dan Amel.

Pukul 20.00 Wita, gerimis mulai turun dan pertunjukan dihentikan. Beberapa saat kemudian anak-anak Komka mempersiapkan diri dan kembali berangkat untuk melakukan atraksi keliling dari rumah ke rumah. Salut untuk kerja keras Komka!

(smr)

Senin, 26 Januari 2009

MISA IMLEK


Mempertahankan identitas untuk melengkapi keragaman

Warna merah pada hiasan altar, lampion dan lampu mendominasi gereja pada misa Imlek yang diselenggarakan pada hari Senin, 26 Januari 2009 pukul 18.00 Wita. Sebagian besar bangku diisi oleh umat yang pada umumnya memakai baju merah. Anggota paduan suara Serafim pun mengidungkan lagu-lagu bergaya Mandarin dengan seragam merahnya. Nuansa merah membuat suasana misa yang dipimpin oleh romo Allparis dan romo Fut menjadi semarak. Pastor Sinema, MSF, romo Teddy Aer, MSF, serta beberapa keponakan Mgr Demarteau nampak hadir di bangku umat.

Bacaan Kitab Suci dan Injil diambil dari bacaan hari itu, yaitu dari Roma 8:28-39 dan Mat 7:7-11. Romo Fut memulai homilinya dengan sebuah pertanyaan, “Mengapa kita merayakan Imlek?” Di tempat asalnya, Imlek dirayakan untuk mensyukuri pergantian orang Cina dan ingin mempertahankan identitas kita. Seperti juga bangsa Israel yang mengalami pembuangan di Babel, mereka mempertahankan identitas mereka dengan sunat dan ibadat pada hari Sabat. Namun demikian ke-Cina-an bukan untuk kepentingan diri kita sendiri atau membentuk kelompok eksklusif, tetapi justru kita semakin menyadari keunikan masing-masing dan melengkapi yang lainnya sehingga hidup bersama menjadi lebih baik.” Romo Fut mensharingkan pengalamannya dibesarkan dalam budaya leluhur masyarakat Tiong Hoa. 

Lebih lanjut Romo Fut memperdalam pertanyaan,“Lalu mengapa kita merayakan misa Imlek?” : ”Itu karena kita ingin mendekatkan diri pada Tuhan dan kita mohon supaya tahun yang baru ini dapat kita masuki dengan penuh iman dan harapan. Bacaan Injil tadi mengajak kita untuk menyampaikan permohonan pada Tuhan. Seperti kita ketahui bahwa tahun ini merupakan tahun yang sulit, usaha banyak yang tutup, orang kehilangan perkerjaan. Namun demikian, sebagai orang beriman, jangan sampai kita dikuasai ketakutan dan kekawatiran.”

Menutup homilinya, Romo Fut mengajak,”Sebagai orang Katolik kita menghargai budaya yang tidak bertentangan dengan iman kita. Nilai-nilai positif kita ambil dan yang tidak benar kita singkirkan. Semoga perayaan Imlek menjadikan kita bangga dengan ke-Cina-an kita tapi tidak menjadikan sombong dan marilah kita gunakan keunikan kita untuk melengkapi keragaman.”

Setelah berkat penutup, romo Allparis dan romo Fut membagikan angpau kepada anak-anak, remaja, kaum muda, anggota koor, dan umat yang belum/tidak menikah. (smr)