Senin, 25 Mei 2009

Jadwal Novena Roh Kudus


Dilaksanakan setiap jam 18.00 wita bersama dengan perayaan Ekaristi (harian) di Gereja, tgl 22 - 30 Mei 2009.

Kamis, 21 Mei 2009

PERAYAAN EKARISTI HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Perayaan ekaristi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 21 Mei 2009 diadakan pada pagi hari jam 08.00 Wita dan sore jam 18.00 Wita.
Pada perayaan ekaristi pagi, romo Lioe Fut Khin,MSF dalam homilinya memulai dengan penekanan kalimat “Berusahalah memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh dan satu roh, sebagaiman kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua dan di dalam semua.” Gereja disebut sebagai tubuh Kristus dan Kristus adalah kepala gereja-Nya. Oleh karena itu bila kepalanya naik ke surga, maka tubuh-Nya pun ikut naik. Dengan demikian ada jaminan bagi kita untuk masuk surga.
Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah kita adalah anggota tubuh Kristus?
Sebagai anggota kita harus memiliki satu tubuh dan satu roh. Mulai besok akan diadakan novena Roh Kudus yang merupakan karunia terbesar bagi kita. Roh Kudus harus nampak dalam kesatuan dengan kepala dan semua anggota.

1. Persatuan dengan kepala
Kepala memberikan kehidupan pada tubuh. Kepala memberi terang, memimpin dan menuntun orang pada jalan yang benar. Kepala juga mengatur agar tubuh dapat bekerja dengan baik. Bahkan kepala juga melayani dan memberi perhatian pada anggota tubuh yang paling hina dan lemah.

2.Persatuan dengan semua anggota
Dalam 1 Korintus 12:12 dinyatakan “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” Kristus dan gereja adalah 2 istilah yang bisa diputarbalikkan. Sebagai anggota Tubuh Kristus, salah satu anggota tidak dapat menonjolkan diri, semua harus saling mendukung. Dalam kehidupan di paroki, terdapat banyak komunitas kategorial dan teritorial. Kalau semua berasal dari satu roh, seharusnya tidak ada pertentangan. Yang membuat terjadinya pertentangan adalah roh yang lain seperti roh kesombongan, egois, mau mencari nama, dsb.

Perintah Yesus sebelum naik ke surga adalah kita harus memberitakan Injil. Tidak perlu ke seluruh dunia, tapi kita diutus ke dunia tempat kita sekarang ini.
Marilah kita mohon pada Tuhan dalam doa novena, kita berharap agar hidup kita memiliki Roh Kudus. Kalau kita memiliki roh ini, yang lain tidak berarti apa-apa karena kita telah memiliki yang terbaik. (smr)

Senin, 13 April 2009

AGAPE: MAKAN BERSAMA SYUKUR PASKAH






Sementara perayaan ekaristi Minggu pagi berlangsung beberapa ibu-ibu meracik nasi campur yang telah dimasak dari rumah. Sebelum perayaan ekaristi selesai piring-piring yang berisi nasi, tumis kacang panjang, mie goreng, sambal goreng hati, gulai telur dan kerupuk telah tersaji di meja.
Saat perayaan ekaristi selesai, umat langsung menyerbu meja-meja dan mengambil hidangan yang telah tersedia. Sambil makan umat mendengarkan musik yang dibawakan oleh band Melodius dan sebagian lagi ada yang mengobrol dan saling mengucapkan selamat Paskah. Suasana penuh keakraban ini berlangsung hingga pukul 10.30 Wita dan satu persatu umat meninggalkan gereja. (smr)

PASKAH PAGI

Minggu, 12 April 2009 perayaan ekaristi Minggu Paskah dimulai pukul 08.00 Wita. Sebagian besar bangku gereja diisi oleh anak-anak meskipun sebenarnya perayaan ekaristi Minggu Paskah pagi tidak dapat disamakan dengan Paskah anak-anak dan tidak dapat digantikan dengan perayaan Malam Paskah.
Perayaan ekaristi dipimpin oleh romo Allparis dan romo Lioe Fut Khin. Koor dari wilayah Sisilia. Romo Fut mengawali homilinya dengan menguraikan sebuah cerita. Ada 2 anak kembar yang memiliki sifat yang berbeda bernama Han dan Sen. Han memiliki sifat yang pesimis dan memandang segala sesuatu dari segi negatifnya saja. Sen adalah seorang yang optimis serta memandang segala sesuatu dengan pandangan positif. Pada hari ulang tahunnya, ayah mereka memberikan hadiah pada Han dan Sen. Han memperoleh mainan yang bagus dan mahal, namun ia justru merasa bingung, sedih, dan kuatir karena takut mainannya akan rusak. Sementara itu Sen memperoleh tali kuda. Sen sangat gembira mendapatkan tali kuda karena menganggap ia akan diberi kuda sehingga ia sangat berterima kasih kepada ayahnya.
Seperti Han dan Sen, murid-murid Yesus mempunyai pandangan yang berbeda tentang kebangkitan:
1. Maria Magdalena
Cintanya pada Yesus menggerakkannya untuk datang ke kubur Yesus pagi-pagi benar dan tidak mendapatkan Yesus di sana. Maria Magdalena adalah gambaran seorang yang dikuasai kesedihan dan air mata sehingga tidak dapat melihat Yesus. Kesedihan menutup realita sehingga seseorang tidak dapat melihat keadaan sekitar. Ia menganggap seakan-akan dirinya adalah orang yang paling malang dan memiliki pandangan kelabu dalam hidup.
2. Petrus
Petrus adalah gambaran orang berubah-ubah sehingga dalam Injil Yohanes nama Simon Petrus dan Petrus digunakan secara bergantian. Bila sedang ragu-ragu, seperti saat Ia menyangkal Yesus dan saat ia mendapati kubur yang kosong, ia dipanggil Simon Petrus. Sedangkan saat imannya mantap, Injil menyebut dia sebagai Petrus.
3. Yohanes
Yohanes datang ke kubur dengan kasih. Ia dapat melihat kenyataan yang lebih dalam. Dalam Injil dinyatakan “…ia melihatnya dan percaya…” saat melihat kubur kosong dan kain peluh dalam keadaan tergulung rapi. Yohanes adalah gambaran seorang yang memiliki kacamata kasih.
Apakah kita sudah mengalami kebangkitan Tuhan?
Setelah melihat kebangkitan, Petrus mengalami buah-buah kebangkitan. Ia menjadi kokoh dan tidak ragu-ragu pada Yesus sampai akhir hidupnya.
Seperti Petrus, melalui kebangkitan cara pandang kita perlu dirubah. Kacamata abu-abu dan pesimis perlu ditinggalkan karena Yesus sudah menang dan jaya. Kita perlu melihat diri kita, pasangan kita dan orang lain secara positif.
Menutup homilinya, romo Fut mengajak umat untuk membuka hati terhadap kebangkitan dan rahmat penebusan sehingga Tuhan hidup dalam diri kita dan hidup kita dapat menjadi semakin indah.
Setelah diberkati oleh romo Allparis, anak-anak diarahkan untuk menuju Aula Syallom. Di sana anak-anak diajak untuk berdoa dan menyanyi dipimpin oleh ibu Lisa dan ibu Elsa. Kemudian anak-anak diminta berbaris dan telur paskah dibagikan pada masing-masing anak. (smr)

MALAM PASKAH



         Upacara cahaya dengan pemberkatan lilin Paskah mengawali perayaan ekaristi Malam Paskah. Lampu gereja dipadamkan. Perarakan misdinar dan romo Lioe Fut Khin serta romo Allparis memasuki gereja. Sesekali romo Fut mengangkat lilin Paskah yang ada tangannya dan mengumandangkan “Cahaya Dunia.”  Setelah cahaya lilin Paskah yang dipegang romo Fut menjalar ke lilin-lilin kecil di tangan umat dan rombongan perarakan telah berada di altar, romo Allparis melagukan Exultet.

       Liturgi Sabda untuk Malam Paskah kali ini mengambil 3 bacaan Kitab Suci dan bacaan epistola. Setelah membacakan Injil, romo Allparis dalam homilinya menyatakan bahwa peristiwa pekan suci adalah pesta iman. Namun sayang sekali kalau banyak orang tidak tahu makna pekan suci dari Minggu Palma sampai hari raya Paskah. Dalam bacaan Injil ditampilkan wanita-wanita yang akan memberikan rempah-rempah di kubur Yesus. Mereka tidak berpikir siapa yang akan membuka batu kubur Yesus. Setelah sampai di kubur, mereka mendapatkan kubur yang kosong dan ada malaikat duduk di atas batu kubur. Malaikat itu bertanya, “Apa kamu mencari Yesus yang tersalib itu?”

       Apa makna peristiwa itu bagi kita? Peristiwa Yesus yang tersalib menjiwai setiap orang untuk memberdayakan hubungan antar umat beriman di Indonesia. Kita, umat Katolik, meskipun jumlahnya hanya 3% dari seluruh rakyat Indonesia hendaknya dapat menjadi jembatan untuk membina hubungan antar umat beriman. Untuk itu kita perlu memiliki kekuatan lebih, mungkin itu berupa kekayaan, kepandaian, kejujuran, dsb untuk melakukan pendekatan terhadap kelompok yang 97% sehingga kehadiran Kristus dapat dirasakan di Indonesia.Makna lilin Paskah dalam perayaan malam ini adalah bahwa Tuhan telah mengorbankan diri-Nya menjadi terang bagi banyak orang. Semoga hal ini dapat menjiwai kita agar kita dapat menjadi terang bagi orang lain tanpa meninggalkan iman kita.

        Sebelum perayaan ekaristi ditutup, Bp. Willy Sebastian selaku Ketua Dewan Paroki diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya Bp. Willy menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam

rangkaian kegiatan Paskah. (smr)

JUMAT AGUNG


        Pakaian warna hitam atau gelap sebagai ungkapan bela sungkawa mendominasi peringatan sengsara dan wafat Yesus di kayu salib. Tanpa iringan lagu dan musik, perarakan misdinar, lektor, pemazmur dan romo Allparis dan romo Lioe Fut Khin berjalan menuju altar. Sebagai penghormatan terhadap pengorbanan Yesus yang disalib, romo Allparis dan romo Fut bertiarap di depan altar sementara umat berlutut. Pasio atau kisah sengsara Kristus dari Injil Yohanes dibawakan oleh Sdr. Luci, Sdr. Vira, Bp. Anton, Bp. Erwan, Bp. Suris dan Bp. Venan. Koor dibawakan oleh Wilayah Lucia dan Bernadeth tanpa iringan musik. Penghormatan terhadap salib dilakukan dengan penciuman salib. Pada akhir perayaan Jumat Agung seluruh bungan tabur dan benda-benda rohani yang telah diletakkan oleh umat di depan altar diberkati oleh romo Allparis. (smr) 

TABLO JALAN SALIB



       Jumat, 10 April 2009 pukul 08.00 Wita umat telah berkumpul di halaman SD Santa Maria dan dalam sebelum doa pembukaan, romo Allparis menyampaikan bahwa jalan salib saat itu akan divisualisasikan berupa tablo. Diharapkan umat tidak sekedar menonton sebuah pertunjukan, namun terlibat di dalamnya.

       Dengan diiringi cambukan, pukulan dan tendangan para serdadu serta caci maki rakyat, Yesus dihadapkan pada pengadilan Pilatus. Para imam, pemuka agama dan saksi dusta menghasut Pilatus agar menjatuhkan hukuman pada Yesus. Pilatus tidak mendapatkan kesalahan pada Yesus dan menawarkan pembebasan bagi Yesus. Namun rakyat tetap meminta agar Yesus disalibkan. Karena Pilatus takut terhadap tudingan bahwa dia bukan sahabat Kaisar, maka Pilatus menyerahkan Yesus pada orang banyak.

       Salib sudah ditimpakan ke pundak Yesus, dengan terseok-seok, diringi cambukan, pukulan dan caci maki Yesus berjalan menuju ke altar penyaliban. Di bukit Golgota, dengan wafat-Nya, Yesus membuktikan cinta kasih-Nya pada manusia. Setelah diturunkan dari salib, Yesus diletakkan di pangkuan Bunda Maria. Dari kerumunan umat, Puput menyanyikan lagu “Hanya Debulah Aku” dengan penuh penghayatan dan dilanjutkan lagu “O Sri Yesus” yang dilantunkan dengan merdu oleh ibu Christi.

       Demikian garis besar visualisasi jalan salib yang dimainkan oleh Komka dan Remaka Santa Maria dengan sutradara Bp. Budi Prayitno dan Sdr. Toto. Beberapa umat yang hadir terlihat menyeka air mata karena tak kuasa menahan kesedihan dan keharuan akan pengorbanan dan cinta kasih Yesus pada manusia. (smr)